close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Sejumlah anggota Bantuan Serbaguna (Banser) Ansor membawa bendera saat Kirab Satu Negeri di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (9/10). /Antara Foto.
icon caption
Sejumlah anggota Bantuan Serbaguna (Banser) Ansor membawa bendera saat Kirab Satu Negeri di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Lampung, Selasa (9/10). /Antara Foto.
Infografis
Kamis, 25 Oktober 2018 16:43

Perkara bendera yang dibakar

Peristiwa pembakaran bendera tauhid terjadi saat Hari Santri Nasional, yang dihelat di lapangan alun-alun Limbangan, Garut, Senin (22/10).
swipe

Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran Muradi pun meyakini bendera yang dibakar tersebut adalah bendera milik HTI. Menurutnya, bila ada eks-HTI yang mengatakan itu bukan bendera mereka, hal itu wajar, semacam pembelaan.

“Selama ini yang mereka bawa waktu demonstrasi atau rapat akbar (di Senayan pada 2015) itu apa? Itu memang benderanya. Bendera internasional mereka,” kata Muradi, saat saya hubungi, Rabu (24/10).

Penjelasan menarik ditulis politikus Partai Solidaritas Indonesia Mohamad Guntur Romli dalam situs pribadinya Gunromli.com. Menurut Guntur, bendera HTI bukan bendera Rasulullah, karena baru dikenal pada 2005. Padahal, organisasi Hizbut Tahrir sudah berdiri pada 1953 di Palestina.

Menyoal bendera tauhid. Alinea.id.

img
Fandy Hutari
Reporter
img
Fandy Hutari
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan