sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Politik KAMI, KITA, dan KALIAN

Gerakan-gerakan politis yang menggunakan pronomina jamak dalam Bahasa Indonesia lahir selama pandemi.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Sabtu, 29 Agst 2020 13:56 WIB
Politik KAMI, KITA, dan KALIAN
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Dihadiri ratusan tokoh dari berbagai bidang, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dideklarasikan di kawasan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). 

Koalisi yang dimotori mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu didirikan sebagai bentuk kritik atas beragam kebijakan pemerintah Jokowi selama pandemi.

Hanya sehari berselang, Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) dideklarasikan di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/8). Penggagasnya ialah mantan Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Maman Imanulhaq. 

KITA, kata Maman, ialah koalisi independen bertujuan merawat dan mengawal masa depan Indonesia bersama-sama. Meskipun dideklarasian tak lama setelah KAMI dan sama-sama menggunakan pronomina jamak sebagai nama identitas gerakan, Maman mengklaim, KITA bukan tandingan dari KAMI. 

"Tidak ada kami. Tidak ada kamu. Yang ada kita. Yang ada kita Indonesia," kata Maman kepada wartawan di sela-sela acara deklarasi.

Aktivis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Adamsyah Wahab ikut-ikutan. Tak lama setelah KAMI dan KITA, ia mendeklarasikan Kawanan Alternatif Lain Indonesia Antar Netizen atau KALIAN di Twitter. KALIAN dibentuk dengan tujuan tunggal: Indonesia tanpa Jokowi. 

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, KAMI dideklarasikan sebagai ajang unjuk gigi dan merawat eksistensi para tokoh yang berpeluang maju di Pilpres 2024, di antaranya ialah Din Syamsuddin dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

"KAMI ini panggung awal mereka. Sedangkan di partai mereka juga tidak punya kepanjangan di sana. Tokoh-tokoh yang ada di KAMI ini pun tidak berada di dalam partai yang ada di parlemen sehingga dibutuhkan panggung untuk eksis hingga 2024," ujarnya kepada Alinea.id, beberapa waktu lalu.

Sponsored

Karyono menilai Gatot menjadi salah satu tokoh KAMI yang paling populer. Nama Gatot mudah diasosiasikan sebagai salah satu kandidat karena pernah digadang-gadang bakal diusung di Pilpres 2019. "Nah, entah nanti figur siapa yang mau diusung, Gatot atau Anies," kata dia. 

Soal KITA dan KALIAN, Karyono menyatakan, keduanya lahir hanya sekadar sebagai gimmick politik. "Jadi, ini hanya bentuk lain dari kritik atas munculnya KAMI," ujarnya.

Infografik Alinea.id/Dwi Setiawan

Berita Lainnya