close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi ruang kelas. Alinea.id/Catharina

Problem pendidikan pada anak usia sekolah

Riset Asa Dewantara menunjukkan, sebesar 8,16% (2.116.081) anak usia 7-12 tahun tak terdaftar di jenjang SD.
swipe

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mencatat, jumlah anak putus sekolah di Indonesia pada tahun ajaran 2020/2021 sekitar 83.700 dari tingkat SD hingga SMA. Provinsi Jawa Barat tercatat paling banyak anak putus sekolah, yakni 10.884 orang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Pendidikan 2022, selama 2022 terdapat 1 dari 1.000 penduduk yang putus sekolah di jenjang SD, 10 dari 1.000 penduduk putus sekolah di jenjang SMP, dan 12 dari 1.000 penduduk yang putus sekolah di SMA.

“Angka putus sekolah pada semua jenjang pendidikan di perdesaan lebih tinggi dibandingkan di perkotaan,” tulis BPS dalam Statistik Pendidikan 2022.

Dari 2019-2022, persentase anak putus sekolah di semua jenjang pendidikan cenderung fluktuatif. Masih menurut BPS, pada 2019 anak putus sekolah jenjang SD sebesar 0,85%, SMP 6,92%, dan SMA 23,75%. Sedangkan pada 2022 putus sekolah jenjang SD sebesar 0,71%, SMP 6,94%, dan SMA 22,52%. Hasil survei sosial ekonomi nasional (susenas) 2021 menunjukkan, 76% keluarga yang anaknya putus sekolah disebabkan faktor ekonomi.

Infografik pendidikan. Alinea.id/Catharina

Problem pendidikan pada anak usia sekolah
Sabtu, 15 April 2023 10:49
Artikel ditulis oleh
img
Akbar Ridwan
Reporter
img
Fandy Hutari
Editor
Bagikan :
×
cari
bagikan