sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sejarah Stasiun Gambir

Pada 2021, Stasiun Gambir tak lagi layani kereta jarak jauh.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 14 Okt 2019 21:45 WIB
Sejarah Stasiun Gambir

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas menilai, dari segi teknis pengoperasian tidak ada masalah bila Stasiun Manggarai mengambil alih peran Stasiun Gambir sebagai persinggahan dan persimpangan utama kereta.

Sebab, kata dia, Stasiun Manggarai memang telah didesain untuk kereta jarak jauh dan kereta dalam kota. Sayangnya, Stasiun Manggarai masih terkendala akses. Menurutnya, kondisi Stasiun Manggarai yang sangat ramai dapat disiasati dengan memindahkan pintu masuk dan pintu keluar ke sebelah barat.

“Kalau bisa dipindahkan ke sana, bisa lebih lancar. Kalau tidak, solusinya adalah pemberangkatan dari Manggarai, naik kereta bisa menjemput dan antar di Gambir. Jadi, tidak standby di Gambir,” tutur Darmaningtyas saat dihubungi Alinea.id, Senin (14/10).

Darmaningtyas menganggap, baik Stasiun Gambir maupun Manggarai, sama-sama tidak strategis dan tidak ideal sebagai stasiun sentral. Namun, ia sepakat bila Stasiun Gambir dimanfaatkan untuk kereta api jarak pendek.

Sponsored

Stasiun Gambir beberapa kali mengalami renovasi. Alinea.id/Oky Diaz.