sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mendaku 'Raja Troll', Najib Razak menjadi 'oposisi de facto' Malaysia

Oh Ei Sun dari Singapore Institute of International Affairs mengatakan Najib memiliki tim media sosial yang lebih baik.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Rabu, 30 Mar 2022 19:46 WIB
Mendaku 'Raja Troll', Najib Razak menjadi 'oposisi de facto' Malaysia

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak kini sangat aktif di media sosial, terutama sebagai pengkritik pemerintah. Di Facebook page dia diikuti 4.613.909 follower dan 4,2 juta pengikut di Twitter.

Dua pengamat mengatakan bahwa tim medsos Najib Razak dan ketergantungan Pakatan Harapan (PH) pada skandal 1MDB telah mengubah mantan PM Malaysia itu menjadi "oposisi de facto".

Oh Ei Sun dari Singapore Institute of International Affairs mengatakan Najib memiliki tim media sosial yang lebih baik, sementara Azmi Hassan dari Akademi Nusantara mengatakan koalisi oposisi telah mengabaikan masalah yang penting bagi kebanyakan orang.

Oh mengatakan Najib memiliki tim medsos “superior” yang tahu bagaimana menyuarakan keprihatinan rakyat.

Najib yang memproklamirkan dirinya sendiri sebagai 'Raja Troll' juga memiliki mesin hubungan masyarakat yang lebih baik dibandingkan dengan PH, katanya.

Di sisi lain, PH sangat bergantung pada relawan yang pekerjaannya terhambat oleh pandemi Covid-19.

“Najib dapat berkeliling negara dan mengamati kesulitan yang dihadapi masyarakat,” kata Oh kepada Free Malaysia Today (FMT), seraya menambahkan bahwa sangat penting bagi PH untuk memperoleh kemampuan ini untuk memastikan apa yang paling dibutuhkan secara sosial ekonomi untuk negara dan untuk tetap relevan dengan para pemilih.

Najib telah membangun narasi untuk memastikan bahwa dia tidak hanya sangat diperlukan secara politik tetapi juga untuk menutupi masalah hukumnya, kata Oh, merujuk pada kasus korupsi mantan perdana menteri.

Sponsored

Sementara itu, Azmi mengatakan PH terlalu fokus pada skandal 1MDB.

“Masyarakat biasa tidak bisa berhubungan dengan masalah 1MDB dalam kehidupan sehari-hari mereka, terutama selama pandemi ketika mereka berjuang untuk mencari makan,” katanya kepada FMT.

Baru-baru ini, mantan anggota parlemen Pandan Rafizi Ramli mengatakan Najib telah "membajak" kemampuan PH untuk terhubung dengan orang-orang, terutama di medsos.

Rafizi, yang awal bulan ini mengumumkan kembali ke politik aktif, mengatakan dia siap untuk mencaplok kembali narasi dari Najib untuk meningkatkan daya tarik PH kepada pemilih dalam pemilihan umum mendatang.

Kedua pengamat menilai, biar Rafizi berhasil merebut kembali narasi dari Najib, ia harus menunjukkan kemampuan membuat narasi baru yang menunjukkan PH peduli pada kesejahteraan rakyat.

“Saya berharap oposisi lainnya dapat mengejar Rafizi atau bahkan mau mendengarkannya untuk membangun narasi baru,” tambah Oh.(freemalaysiatoday)

Berita Lainnya