sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

16 pejabat Lapas Sukamiskin dicopot

Kebijakan ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi Lapas Sukamiskin.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 30 Jul 2018 18:15 WIB
16 pejabat Lapas Sukamiskin dicopot
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin merestrukturisasi para pejabat di lapas khusus narapidana (napi) korupsi, menyusul terungkapnya kasus suap di lapas tersebut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kepala Divisi Administrasi Kemenkumham Jawa Barat, Dodot Adi Koeswanto, mengatakan ada 16 pejabat struktural yang dicopot terkait jual beli fasilitas di lapas tersebut.

"Menurut pertimbangan dari pimpinan, memang diperlukan reposisi," kata Dodot, Senin (30/7).

Dia mengatakan, penggantian 16 pejabat ini diharapkan dapat memperbaiki kondisi Lapas Sukamiskin. Upaya ini juga diharapkan dapat mengembalikan citra Lapas Sukamiskin, usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK.

Penangkapan terhadap Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husein, dalam OTT KPK, semakin meyakinkan masyarakat mengenai kabar adanya perlakuan istimewa pada tahanan koruptor. 

"Prioritasnya membenahi dan melakukan pembenahan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi di Lapas Sukamiskin," kata Dodot.

Adapun 16 jabatan yang mendapat pembaruan pejabat adalah Kabid kegiatan Kerja pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Kabid Pembinaan Narapidana, Kabag Tata Usaha, Kabid Administrasi Keamanan dan Tata Tertib.

Kemudian Kasi Bimbingan kerja, Kasi Keamanan, Kasi Perawatan Narapidana, Kasi Pengelolaan Hasil Kerja, Kasi Sarana Kerja, Kasi Registrasi, Kasubag Umum, Kasubag Kepegawaian, Kepala Kesatuan Keamanan, Kasi Pelaporan, Kasi Tata Tertib, dan Kasi Bimbingan Kemasyarakatan.

Selain itu, Lapas Sukamiskin juga melakukan assesment ulang terhadap para sipir, untuk mengetahui kapasitas kelayakan mereka bekerja di Lapas Sukamiskin.

Sponsored

"Ketika yang bersangkutan berada di pos, misalnya, di keamanan, apakah cocok yang bersangkutan ada di pos keamanan, atau di penjaga pintu utama, cocok enggak dia ada di pembinaan," ujarnya.

Sumber: Antara

Berita Lainnya