sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

9 penambang emas di Solok Selatan tewas di lubang galian

Sembilan orang penambang yang tewas telah ditemukan dan dievakuasi.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Minggu, 19 Apr 2020 09:25 WIB
9 penambang emas di Solok Selatan tewas di lubang galian
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Sebanyak sembilan warga Solok Selatan, Sumatera Barat, tewas tertimbun di lubang tambang emas ilegal di Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari. Warga tertimbun terdiri dari delapan orang laki-laki dan satu orang perempuan. 

"Hingga pagi ini ini semua korban meninggal dunia sudah ditemukan. Sudah dievakuasi semua, dan sekarang disemayamkan di rumah korban," kata Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto di Padang Aro, Sumatera Barat, Minggu (19/4).

Dia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 17.50 WIB. Saat itu para korban tengah menggali lubang tambang yang diduga memiliki kandungan emas. Tiba-tiba, lubang galian ambruk dan terjadi longsor hingga material tanah menimbun para korban yang masih berada di dalam.

"Saat kejadian sedang hujan," ujar Imam.

Sponsored

Camat Sangir Batang Hari Gurhanadi mengatakan, kedalaman lubang tambang yang runtuh dan menimbun sembilan orang tersebut sekitar delapan meter.

Adapun para korban yang tertimbun adalah Menan (58), Dedi (30), Husin (50), Jaja (25), Buyuang (30), Abu (35),Yandi (40), Ipit (35). Mereka merupakan warga Jorong Rawang, Nagari Ranah Pantai Cermin. 

Seorang korban lagi yang bernama Iril (35) merupakan warga Jorong Talakiak, Nagari Ranah Pantai Cermin.

Berita Lainnya