sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Abaikan WNI eks ISIS, pemerintah dianggap langgar konstitusi

SIkap pemerintah tak ubahnya membiarkan warganya meneror negara lain.

Akbar Ridwan
Akbar Ridwan Selasa, 11 Feb 2020 21:12 WIB
Abaikan WNI eks ISIS, pemerintah dianggap langgar konstitusi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 72347
Dirawat 35349
Meninggal 3469
Sembuh 33529

Pemerintah dianggap melanggar konstitusi. Lantaran enggan repatriasi warga negara Indonesia (WNI) eks kombatan Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS).

Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) 1945, terang Wakil Direktur Imparsial, Ghufron Mabruri, Indonesia diamanatkan menjaga perdamaian dunia. Sementara, sikap pemerintah tak ubahnya membiarkan warganya meneror negara lain.

"Artinya, dengan tidak memulangkan WNI yang diduga terlibat atau terlibat di ISIS, itu sama saja pemerintah tidak menjalankan kewajiban konstitusionalnya di tingkat global," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (11/2).

Pemerintah memutuskan takkan memulangkan 689 WNI yang terlibat teroris lintas negara (foreign terrorist fighters/FTF). Mereka tersebar di beberapa negara Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, beralasan, ini demi keamanan 267 juta rakyat di Tanah Air. Namun, berpeluang memulangkan anak-anak di bawah 10 tahun yang menjadi FTF.

Sikap tersebut, tambah Ghufron, pun menunjukkan pemerintah "lepas tangan". Padahal, masih berstatus WNI dan menjadi tanggung jawab negara

"(Pemerintah) tidak bisa dan tidak boleh begitu saja abai terhadap tanggung jawab untuk bagaimana menangani persoalan keterlibatan WNI di sana," tuturnya.

Dirinya pun menyarankan pemerintah memperhatikan keinginan WNI eks ISIS. Karena bisa saja beberapa di antaranya tidak terlibat FTF.

Sponsored

Guna memastikannya, mesti bekerja sama dengan pemerintah setempat. Seperti Suriah dan Irak. "Untuk mengidentifikasi siapa-siapa yang terkait atau terlibat di dalam ISIS," katanya.

Berita Lainnya