close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan pers/Foto Antara.
icon caption
Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan pers/Foto Antara.
Nasional
Jumat, 19 Maret 2021 18:44

All England, Jokowi minta jangan diamkan perlakuan tak baik BWF

Menpora minta BWF jangan buang badan dan berlindung pada aturan Inggris.
swipe

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk melakukan langkah cepat dan terbaik atas tim bulu tangkis Indonesia di Inggris. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyikapi langkah Badminton World Federation (BWF) yang mendepak tim Indonesia dari turnamen All England Open 2021.

“Kemudian sisi yang lain, tentu Pak Presiden juga meminta supaya perlakuan-perlakuan yang tidak baik kepada kita ini jangan didiamkan, harus tetap dipersoalkan, tentu ada jalur-jalurnya,” ujar Menpora dalam keterangan, Jumat (19/3).

Presiden Jokowi, katanya, memonitor langsung perkembangan kejadian yang menimpa tim bulu tangkis Indonesia pada ajang All England yang digelar di Birmingham, Inggris, tersebut.

“Ini dimonitor langsung oleh Bapak Presiden. Tentu kami menyampaikan informasi, juga Ibu Menlu, juga stakeholder lainnya,” kata Menpora Amali.

Hasil test PCR sebelum pertandingan, jelas Menpora, menunjukkan semua pemain bulutangkis Indonesia sehat walafiat. "Sementara tim dari tiga negara lain yang jelas-jelas hasil tesnya positif, malah diberi keistimewaan untuk tes ulang, yang ternyata hasil tes ulangnya negatif,” ungkap Menpora.

Pihaknya, lanjut Menpora Amali, juga sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan pasca kejadian dipaksa mundurnya tim Indonesia tersebut.

“Sikap kita sama, kita minta klarifikasi dan minta penjelasan secara transparan serta perlakuan yang fair atau adil atas apa yang dialami oleh tim bulu tangkis Indonesia,” jelasnya.

Sebagai warga negara, katanya, kita terlukai lantaran tim Indonesia terkurung tanpa kejelasan. "Tetapi upaya-upaya yang dilakukan oleh Ibu Menteri Luar Negeri sudah sangat luar biasa. Duta Besar kita bekerja luar biasa yang ada di sana, menyuplai makanan siap setiap saat, cuma memang mereka tidak bisa ketemu,” terangnya.

Pihaknya, sambung Menpora, tidak mempunyai otoritas untuk berhubungan langsung dengan pihak penyelenggara All England Open 2021 maupun BWF, untuk itu ia mendorong Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dan National Olympic Committee (NOC) Indonesia untuk mengambil tindakan.

“Kami mendorong federasi nasional yaitu PBSI untuk meminta klarifikasi kepada federasi internasional (kepada BWF) dan penyelenggara All England kenapa ini terjadi. Dan tentu kami juga meminta bantuan NOC Indonesia melalui jaringannya, mungkin pada NOC yang ada di Inggris sana, [mengklarifikasi] apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Amali.

Menpora juga menyoroti sikap BWF yang dinilainya tidak profesional dan tidak transparan, serta memperlakukan tim Indonesia secara diskriminatif. “Cukup bukti untuk saya berani mengatakan itu. Oleh karena itu, kami sangat kecewa atas perlakuan ini dan BWF tidak boleh buang badan, berlindung pada aturan yang ada di negara Inggris,” pungkasnya.

img
Fathor Rasi
Reporter
img
Fathor Rasi
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan