sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Anies buat terobosan e-budgeting warisan Ahok: Lebih smart

Sistem e-budgeting baru ini akan diperkenalkan akhir tahun nanti.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Jumat, 01 Nov 2019 22:38 WIB
Anies buat terobosan e-budgeting warisan Ahok: Lebih smart

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana memperbarui sistem e-budgeting warisan Jokowi-Ahok, yang saat ini digunakan Pemprov DKI. Anies akan melakukan terobosan dalam sitem baru tersebut, sehingga memungkinkan masyarakat memberikan komentar.

"Tetap anggaran itu bisa diakses, bahkan bukan hanya saja bisa dilihat, tetapi juga publik bisa memberikan komentar langsung. Untuk saat ini publik itu bisa lihat, tapi tidak bisa memberikan (komentar)," ujar Anies di Balai Kota  DKI, Jakarta, Jumat (1/11).

Menurut Anies, upaya pembaruan e-budgeting ini tidak dilakukan untuk merespons adanya kesalahan penginputan anggaran. Ia mengaku telah lama menyiapkan sistem baru ini, yang rencananya akan diluncurkan pada akhir tahun nanti.

"Itu sudah dikerjakan, jadi akan digunakan Januari. Artinya, tidak dibikin karena ada keramaian, bukan. Itu sudah dikerjakan setahun lebih, sudah direncanakan akan di-launching akhir tahun ini," kata Anies.

Selain memberikan kolom komentar, pembaruan e-budgeting ini juga akan dilengkapi dengan faktor security data, partisipasi, dan penguncian semua informasi. Namun, Anies tidak menjelaskan secara rinci fungsi-fungsi pembaruan tersebut.

Anies mengatakan, pihaknya akan menjelaskan fungsi dan detailnya, saat sistem baru e-budgeting tersebut diluncurkan. Dia menekankan, apa yang dilakukan pihaknya adalah meningkatkan fungsi e-budgeting yang sudah ada dan bukan menggantinya.

Anies juga memastikan pihaknya akan mengedepankan prinsip transparansi. Selain itu, dia menyebut e-budgeting akan dibuat lebih smart alias canggih.

"Kita mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan smart system, itu kita pegang," ujar Anies.

Sponsored

Sebelumnya, Anies menyalahkan sistem e-budgeting yang diperkenalkan saat Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, kesalahan input anggaran yang akhir-akhir menjadi sorotan, disebabkan oleh kesalahan sistem digital dalam e-budgeting. 

Menurut Anies, sistem yang digunakan pertama kali di era Ahok itu memang berformat digital. Hanya saja, pengecekan tetap harus dilakukan secara manual, sehingga tingkat kelolosan anggaran janggal terbilang tinggi. 

"Ini ada problem sistem, yaitu sistem digital, tetapi tidak smart," kata Anies Rabu, (30/10) lalu.