sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BMKG: 85,1% wilayah kemarau, sebagian lainnya awali musim hujan

Terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis di Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Sabtu, 04 Sep 2021 16:02 WIB
BMKG: 85,1% wilayah kemarau, sebagian lainnya awali musim hujan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, hingga akhir Agustus 2021 sebanyak 85,1% wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau. Namun demikian, beberapa wilayah justru sudah mengawali musim hujan, di antaranya sebagian Sumatera bagian tengah, sebagian Jawa tengah, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua bagian timur.

Berdasarkan hasil monitoring Hari Tanpa Hujan berturut-turut (HTH) BMKG, beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami HTH dengan kategori sangat panjang sekitar 31- 60 hari, dan extrim panjang lebih dari 60 hari.

"Daerah yang mengalami HTH sangat panjang berada di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara itu Wilayah yang mengalami HTH Ekstrim Panjang (> 60 ) Hari Tidak Hujan meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur dengan HTH terpanjang selama 149 hari terjadi di Oepoi, Nusa Tenggara Timur,"  Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Urip Haryoko dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/9/2021).

BMKG melanjutkan, terdapat indikasi adanya potensi kekeringan meteorologis pada beberapa kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, dengan status "siaga" dan "awas".

Kategori "awas" di Jawa Timur, meliputi Kabupaten Bangkalan, Bondowoso, Kota Surabaya, Kabupaten Pamekasan, Situbondo,dan Sumenep. Untuk wilayah NTB meliputi Kabupaten Bima, Sumbawa.

Kemudian untuk NTT meliputi Kabupaten Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Kotamadya Kupang, Kabupaten Kupang, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Timor Tengah Timur.

Sedangkan untuk kategori "siaga" kekeringan di Jatim meliputi KabUpaten Banyuwangi, Sampang, Sidoarjo. Juga NTB meliputi Kabupaten Dompu, dan NTT di Kabupaten Sikka.

Sementara untuk kategori "waspada" meliputi Bali, yakni di Kabupaten Buleleng, NTB di Kabupaten Kodya Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Timur.

Sponsored

"Dampak kekeringan meteorologis biasanya diikuti antara lain, berkurangnya persediaan air untuk rumah tangga dan pertanian serta meningkatnya potensi kebakaran semak, hutan, lahan dan perumahan. Sehubungan dengan hal tersebut, kiranya informasi ini bisa dijadikan kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi dampak ikutan dari kekeringan meteorologis," lanjutnya.

Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini curah hujan dengan status waspada, siaga hingga awas. Kategori "awas" meliputi Papua Barat di Kaimana, Papua di Pegunungan Bintang, Mimika, Boven Digoel, Asmat, Yahukimo, dan Nduga.

Kemudian hujan kategori "siaga" meliputi Papua Barat tepatnya Sorong Selatan, Sorong. Tambrauw, Kaimana, Teluk Bintuni, dan Papua  meliputi Paniai, Nabire, Dogiyai, dan Puncak.

Untuk kategori "waspada" meliputi Kalimantan Timur di Kutai Barat, Kalimantan Utara di Malinau, Sulawesi Barat di Mamuju dan Mamuju Utara, Sulawesi Tengah meliputi Banggai, Tojo Una-una, Morowali, dan Sulawesi Tenggara di Kolaka Utara, Papua Barat di Kota Sorong, Manokwari, Papua di Mappi, Puncak Jaya, Jayawijaya, dan Lanny Jaya.

Berita Lainnya
×
tekid