close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Warga menjalani tes urin yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sukabumi saat program Pencanangan Desa Bersih Narkoba./Antara Foto
icon caption
Warga menjalani tes urin yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sukabumi saat program Pencanangan Desa Bersih Narkoba./Antara Foto
Nasional
Jumat, 09 November 2018 19:09

BNN ungkap penyebab remaja Jateng mabuk air rebusan pembalut

Bukan pembalut wanita yang menyebabkan timbulnya efek mabuk dan halusinasi.
swipe

Belum ada hasil laboratorium membuktikan pembalut mengandung zat adiktif yang mengakibatkan halusinasi.

Badan Narkotika Nasional (BNN) telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menangani fenomena remaja di Jawa Tengah, yang berhalusinasi setelah meminum air rebusan pembalut. BNN berupaya mengungkap kandungan dalam air rebusan pembalut wanita bekas pakai, yang membuat orang yang mengkonsumsi mabuk dan berhalusinasi.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) BNN, Kombes Pol Sulistiandriatmoko menyatakan, BNN telah melakukan uji laboratorium terhadap rebusan pembalut wanita yang digunakan pelaku untuk mabuk.

Hasilnya tidak ditemukan adanya zat adiktif dalam pembalut wanita. Kendati demikian, di dalam pembalut wanita ditemukan adanya kandungan klorin, yang berfungsi menjaga kehigienisan pembalut.

Menurut Sulis, kandungan klorin memang dapat menyebabkan seseorang keracunan jika dikonsumsi. Namun kandungan klorin itu tidak menimbulkan efek halusinasi.

“Kesimpulan sementara hanya sugesti anak punk itu. Entah bagaimana menghadirkan sugesti karena pembalut dekat dengan organ vital, lalu merasakan halusinasinya,” kata Sulis di Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/11).

Dia juga mengatakan, BNN telah meminta keterangan terhadap keenam remaja yang berulangkali melakukan hal tersebut. Melalui BNN Provinsi Jawa Tengah, keenam remaja itu juga telah dibawa ke psikolog. Keenam remaja itu diketahui merupakan anak-anak punk.

Dari penjelasan psikolog, Sulis menjelaskan, keenam remaja tersebut terpengaruh sugesti dari pemakaian zat adiktif sebelumnya. Dari pengakuan para pelaku, mereka telah lebih dulu memakai lem untuk mabuk, sebelum meminum air rebusan pembalut. 

“Jadi awalnya BNNP Jateng mendapat laporan adanya anak punk yang meminum air rebusan pembalut untuk ngefly. Kemudian diajak mereka konsultasi ke psikolog. Mereka akhirnya mengakui sebelum menggunakan itu, juga menggunakan zat adiktif lainnya,” ujarnya.

img
Ayu mumpuni
Reporter
img
Gema Trisna Yudha
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Berita Terkait

Bagikan :
×
cari
bagikan