close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat mengecek kesiapan pasukan pengamanan KTT G20. Dokumentasi Polri
icon caption
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat mengecek kesiapan pasukan pengamanan KTT G20. Dokumentasi Polri
Nasional
Selasa, 15 November 2022 12:45

Bocoran strategi pengamanan Polri saat KTT G20 di Bali

Salah satu upaya untuk memperkuat pengamanan dengan mendirikan pusat komando (command center).
swipe

Polri mendirikan pusat komando (command center) untuk memantau semua pengamanan KTT G20 di Bali, 15-16 November 2022. Fasilitas tersebut dioperasikan di Puri Agung dengan 16 fitur yang tersambung.

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan, berbagai fitur commad center meliputi pengaman jalur, serangan siber, pengamanan unjuk rasa dan teror, hingga kontingensi bencana alam dan kecepatan angin. Ini penting jika ada delegasi dan tamu VVIP melintasi jalan tol. 

"Jadi, apabila ada gempa, ada alert ataupun peringatan sehingga personel kita mengikuti karena memang kita sudah persiapan kontigency plan apabila terjadi bencana," katanya dalam keterangannya, Selasa (15/11).

Selanjutnya, ada kamera yang tersambung dengan CCTV di semua sudut, dari di bandara hingga pelabuhan di Banyuwangi, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kamera ini dilengkapi dengan face recognition (pengenalan wajah), yang kita sambungkan dengan data-data dari Dukcapil dan Imigrasi. Jadi, setiap masyarakat atau tamu yang turun melintasi CCTV atau kamera yang kita pasang, akan muncul data-data," tuturnya.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan pangkalan data (database) orang-orang yang masuk daftar kepolisian, baik dalam kasus kriminal maupun teror, yang berpotensi mengganggu jalannya KTT G20.

"Itu semua jika terekam kamera kita, akan ada notifikasi dan dari situ kita sudah siapkan anggota melakukan langkah lanjut pengamanan," ucapnya.

Kemudian, ada juga monitor untuk memantau anggota lalu lintas, Sabhara, Brimob, dan lainnya yang berjaga. Ini penting agar adanya kendala dalam pengamanan bisa terawasi dan diketahui langkah selanjutnya.

"Seperti contoh personel kita yang ada di salah satu titik ini bisa terlihat dan nanti kita hubungi. Semua kegiatan personel kita bisa kita kendalikan, kemudian kita bisa gerakan melalui perintah-perintah yang akan dilaksanakan petugas yang berjaga di sini selama 24 jam memonitor semua pergerakan, termasuk peristiwa-peristiwa di lapangan, sehingga bisa mengambil langkah-langkah," paparnya.

Di sisi lain, eks Kapolda Banten ini menyebut, pergelaran KTT G20 merupakan pertaruhan untuk Indonesia, khususnya masyarakat Bali. Jika pengamanan berjalan lancar, negara diklaim dapat melaksanakan kegiatan internasional lainnya dengan baik.

Untuk itu, pemerintah tetap memberikan kenyamanan bagi turis lokal dan mancanegara yang hadir di Bali di tengah-tengah penyelenggaraan KTT G20. Namun, jalur wisatawan bakal dialihkan ketika delegasi melintas.

"Dua hal itu harus kita jaga. Justru di sinilah ujian bagi kita mampu tidak kita menyelenggarakan. Di satu sisi, ada satu perhelatan besar KTT G20 yang menjadi pertaruhan bagi bangsa Indonesia. Namun, di sisi lain ini, dapat menimbulkan multiplier effect yang tentunya akan mengangkat Indonesia atau Bali menjadi kota yang dikenal dunia," tutur Sigit.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan