close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Tenaga medis menggunakan APD saat hendak menangani pasien Covid-19. Foto Antara/Irwansyah Putra
icon caption
Tenaga medis menggunakan APD saat hendak menangani pasien Covid-19. Foto Antara/Irwansyah Putra
Nasional
Jumat, 18 Juni 2021 12:58

Bukti vaksin ampuh: 90% nakes di Kudus sembuh dari Covid-19

Ini menunjukkan bahwa vaksinasi bagi nakes efektif mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian.
swipe

Kondisi tenaga kesehatan (nakes) di Kudus, Jawa Tengah (Jateng), yang sempat terpapar Covid-19 akibat menangani pasien di fasilitas pelayanan kesehatan kini berangsur pulih.

Hingga 12 Juni 2021, 308 nakes terkonfirmasi positif coronavirus, 277 tenaga kesehatan dalam perawatan isolasi mandiri, dan 193 lainnya sudah dinyatakan sembuh.

"Namun, Kamis (17/6), 90% nakes yang isolasi mandiri sudah bisa mulai masuk kerja dan kembali melayani masyarakat. Ini sebuah berita yang menggembirakan. Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa vaksin yang diberikan kepada mereka benar-benar efektif melindungi dari kondisi terburuk," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Badai Ismoyo dikutip dari situs kemenkes.go.id, Jumat (18/6).

Jumlah nakes di Kudus sendiri saat ini mencapai kurang lebih 6.000 orang. Dengan perlindungan yang diberikan melalui program vaksinasi bagi nakes yang dimulai periode Januari-Maret 2021 lalu, nakes di Kudus tidak terlalu banyak terpapar Covid-19.

"Hampir 100% nakes di Kudus yang berjumlah sekitar 6.000 orang telah menerima vaksinasi dosis satu dan dua. Dari jumlah tersebut, hanya 308 nakes yang terpapar atau sekitar 5,13% dari jumlah keseluruhan nakes dan sebagian besar di antaranya sudah sembuh dan mulai bekerja kembali," bebernya.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi, dr. Abdul Aziz Achyar menyampaikan, data terbaru pada Kamis (17/6), bahwa dari total 153 nakes yang terkonfirmasi kasus positif Covid-19 di rumah sakit tersebut, hanya 11 orang (7,1%) yang dirawat inap, 86 (56%) sisanya melakukan isolasi mandiri. 

Kemudian dari 153 kasus konfirmasi Covid-19 tersebut 59 (38,5%) nakes RSUD dr. Loekmono Hadi sudah dinyatakan sembuh. 

Menurut dia, ini menunjukkan bahwa vaksinasi bagi nakes efektif mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian.

Hingga Kamis (17/6), nakes dan tenaga penunjang kesehatan di Kudus yang telah divaksinasi dosis pertama mencapai 6.085 orang dan yang telah mendapatkan dosis kedua sebanyak 5.888 orang.

Untuk mengantisipasi dan melakukan intervensi kesehatan di Kudus, Kemenkes telah mengalokasikan vaksin Covid-19 sejumlah 50 ribu dosis khusus guna mempercepat cakupan vaksinasi di Kudus. 

Hal ini merupakan upaya melindungi masyarakat Kudus dari Covid-19 karena terbukti vaksinasi memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang sudah mendapatkannya lebih dahulu.

"Untuk saat ini, kami sudah menggencarkan vaksinasi secara masal di Kudus, supaya nanti bisa melandaikan penularan coronavirus," ujar H.M Hartopo, Bupati Kudus, Kamis (10/6) lalu.

Dia mengakui, lonjakan kasus berawal dari pemudik yang pulang ke Kudus. "Perlu kami informasikan bahwa masyarakat jangan abai dengan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi. Vaksinasi sendiri sebetulnya hanya sarana meningkatkan imunitas. Supaya seandainya terpapar Covid-19 tidak bergejala berat," terangnya.

img
Achmad Rizki
Reporter
img
Achmad Rizki
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan