sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bunuh 4 warga sipil Papua, KKB pakai senjata rampasan dari TNI

Pelaku penyerangan warga sipil Papua diduga kelompok Tandius Gwijangge.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 30 Jun 2021 14:37 WIB
Bunuh 4 warga sipil Papua, KKB pakai senjata rampasan dari TNI

Empat warga dilaporkan tewas dibunuh dan satu lainnya mengalami luka tembak diduga diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Bingki, Kabupaten Yahukimo, Papua, Kamis (24/6).

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan, pelaku penyerangan diduga dari kelompok Tandius Gwijangge alias Tandius Murib. Menurutnya, senjata yang digunakan kelompok Tandius merupakan milik anggota yang dirampas oleh mereka saat anggota Satgas melakukan pengamanan proyek di Bandara Nop Goliat Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

"Aksi pembunuhan terhadap pekerja tambang dan pekerja proyek jembatan PT. Seremoni di Kab. Yahukimo yang menyebabkan empat orang MD (meninggal dunia) dan 1 orang luka tembak," kata Suriastawa dalam keterangan tertulis yang diterima Alinea.id, Rabu (30/6).

Suriastawa mengatakan, serangan kepada warga sipil bermula dari kelompok OPM yang menyerang Satgas yang sedang melaksanakan pengamanan proyek tanggul di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo pada 18 Mei 2021. Penyerangan itu mengakibatkan dua satgas itu gugur dan dua pucuk senjata hilang dibawa kelompok itu.

Suriastwa menegaskan, aksi ini dapat membuka mata semua pihak. Bahwa benar kelompok teroris ini merupakan musuh bersama dan harus dilawan bersama agar tidak ada lagi korban. "Mereka ini kan teroris, yang tidak ingin Papua dibangun menjadi maju dan sejahtera serta menjadikan masyarakat sipil sebagai korban aksi-aksi terornya," tegas Suriastawa.

Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mengecam aksi teror tersebut. Ia berharap aparat keamanan segera menangkap para pelaku dan aktor intelektualnya.

"Datanya (daftar kelompok teroris) kan, katanya sudah ada semua. Termasuk aliran-aliran dana ke Teroris ini. Jadi jangan sungkan-sungkan, kejar dan tangkap pelakunya dan aktor intelektual di belakangnya," kata Bobby.

Menurut Bobby, aparat keamanan juga perlu mengevaluasi operasi keamanan di Yahukimo. Sebab, gerakan teroris di kawasan itu dinilai cukup intens.

Sponsored

Bobby juga menyinggung soal dana otonomi khusus (otsus) yang saat ini tengah digodok. Bobby berharap dana otsus tidak lagi diselewengkan, apalagi jika benar sampai mengalir kepada kelompok teroris.

"Solusi untuk masalah Papua ini, baiknya bukan diberikan uang kas seperti Dana Otsus. Tapi hendaknya dalam bentuk Pembangunan Otsus, karena rawan bocor. Pendanaan teroris di Papua ini harus segera diungkap dan tangkap aktor-aktornya," pungkas Bobby.

Berita Lainnya