sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Celah kapal-kapal asing merangsek masuk ke laut Natuna

Waktu pergantian petugas dimanfaatkan nelayan asing menjarah kekayaan laut.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Selasa, 07 Jan 2020 17:51 WIB
Celah kapal-kapal asing merangsek masuk ke laut Natuna
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1790
Dirawat 1508
Meninggal 170
Sembuh 112

Kapal-kapal asing di perairan Natuna memanfaatkan jam pergantian penjagaan petugas untuk merangsek masuk dan menjarah kekayaan laut tersebut.

"Waktu pergantian dimanfaatkan nelayan asing untuk menjarah kekayaan laut kita," kata Bupati Natuna Kepulauan Riau Hamid Rizal di Natuna, Selasa (7/1).

Selama ini, jelas dia, aparat keamanan telah menjaga wilayah perbatasan secara bergantian. Hanya saja pihak asing memanfaatkan waktu pergantian petugas yang memakan waktu belasan jam, mengingat jarak yang tidak dekat untuk mencapai Laut Natuna.

"Karena dari sini ke sana paling cepat 10 jam. Selama ini mereka menunggu di luar perbatasan. Begitu jeda ini masuk," ungkap bupati.

Untuk itu, bupati meminta agar pengawasan perbatasan dilakukan terus menerus tanpa jeda, sehingga tidak ada celah bagi kapal asing masuk ke perairan Natuna.

"Jangan nelayan asing saja yang dikawal coast guard. Supaya kapal perang kita, coast guard, Bakamla senantiasa berada di perbatasan agar nelayan tidak ragu mencari nafkah mencari ikan di Laut Natuna Utara," jelasnya.

Dia berharap tidak ada lagi kapal asing yang masuk wilayah perairan Natuna, karena mengganggu nelayan setempat yang melaut dengan menggunakan kapal kecil, hanya 3 sampai 4 ton. Sedangkan kapal asing menggunakan kapal besar di atas 30 GT.

"Saya sebagai bupati berharap agar kapal-kapal asing tidak ada lagi yang masuk wilayah Kabupaten Natuna. Kalau ada sangat menganggu nelayan Natuna," harapnya.

Sponsored

Pun dengan pemangku kedaulatan di laut seperti TNI AL, Bakamla dan Polair, diharapkanĀ bisa melakukan pengawasan secara terus menerus di wilayah perbatasan Laut Natuna Utara.

"Sehingga nelayan Natuna merasa aman tidak ada gangguan dari pihak asing," tutupnya. (Ant)

Berita Lainnya