sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sekolah di Wamena akan kembali dimulai besok

Rasa tanggung jawab dan tugas membuat Damaris, pendatang asal Toraja tidak pulang kampung dan menetap di Wamena.

Mona Tobing
Mona Tobing Minggu, 06 Okt 2019 09:00 WIB
Sekolah di Wamena akan kembali dimulai besok
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

Pascakerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua sejumlah pendatang memilih untuk pulang ke kampung halamannya. Mereka khawatir kerusuhan akan kembali terjadi dan menelan korban jiwa. 

Meski begitu, ada pula pendatang yang memilih untuk tetap tinggal di Wamena dan membantu masyarakat yang trauma karena kerusuhan yang terjadi.

Damaris salah satunya pendatang yang memilih untuk tinggal di Wamena, dan membantu pemulihan trauma masyarakat khususnya anak-anak. 

Damaris berprofesi sebagai guru sekolah dasar di Wamena Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua. Ia mengatakan ingin kembali mengajar setelah peristiwa kerusuhan. 

Meski diakuinya, masih trauma akan kejadian berdarah tersebut, tapi Damaris memilih untuk tetap tinggal di Wamena karena tugas dan tanggung jawab. 

"Sebenarnya belum siap mengajar karena masih trauma," kata Damaris yang mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya pada Minggu (6/10).

Tapi perempuan asal Toraja yang berprofesi sebagai guruini, memilih untuk menetap di Wamena dan berencana untuk kembali mengajar. Bagi Damaris, kondisi saat ini kehadiran seorang guru dibutuhkan. 

Ia berharap dapat segera kembali mengajar, setelah Pemerintah Daerah meminta agar masyarakat kembali beraktivitas. Terutama di sektor pendidikan, agar pendidikan anak-anak tidak terhambat.

Sponsored

"Kita buka sekolah, tunggu anak-anak," kata Damaris yang telah mengajar sejak tahun 2005. 

Agar para guru di Wamena siap untuk mengajar, pemerintah lewat Kementerian Sosial berencana untuk memberikan arahan kepada guru-guru. Kondisi saat ini dimana warga Wamena ketakutan dan masih trauma, guru juga butuh dukungan agar kembali mengajar anak-anak. 

Koordinator Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kemensos Milly Mildawati memastikan pertemuan dengan guru di Wamena akan dilakukan. Milly mengatakan, guru-guru harus dipulihkan traumanya sebelum kembali mengajar anak-anak. 

Kemensos memberikan Layanan Dukungan Psikososial kepada anak-anak dan orang dewasa yang terdampak kerusuhan Wamena. Kegiatan yang diberikan antara lain: bermain, bernyanyi, menari dan lainnya untuk anak sementara untuk orang dewasa berupa kegiatan percakapan sosial yang bertujuan memberikan ruang komunikasi, mendengarkan keluhan dan harapan mereka

Seperti Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat memastikan sekolah akan kembali dimulai pada Senin (7/10). Nantinya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kemensos akan mendukung kembali aktivitas pendidikan di daerah itu. (Ant)

Berita Lainnya