sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Cianjur aman dari daging sapi dicampur babi

Stok daging sapi untuk pasar Cianjur, berasal dari rumah potong yang ada di Cianjur.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Rabu, 13 Mei 2020 07:07 WIB
Cianjur aman dari daging sapi dicampur babi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Satgas Pangan Cianjur, Jawa Barat (Jabar), menjamin daging sapi yang beredar di pasar aman dan halal untuk dikonsumsi. Hingga saat ini, belum ada temuan serta laporan terkait daging sapi yang dicampur dengan daging babi atau celeng.

Ketua Satgas Pangan Cianjur, AKP Niki Ramdani mengatakan, pihaknya langsung menurunkan tim ke sejumlah pasar dan rumah potong untuk memastikan daging sapi yang dicampur dengan babi atau celeng tidak beredar di Cianjur.

"Stok daging sapi untuk pasar Cianjur berasal dari rumah potong yang ada di Cianjur, sehingga kecil kemungkinan ada oknum yang mencampur dengan daging lain. Namun, kami tetap melakukan pengawasan ke lapangan," katanya.

Dia mengimbau, pedagang dan pembeli untuk melapor jika mendapati peredaran daging yang dicampur tersebut. "Peredaran daging campuran , kecil kemungkinannya karena Cianjur mendapat stok dari dalam Cianjur," katanya.

Sponsored

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Domba Ayam dan Sapi (APDAS) Cianjur, Yayu Sri Rahayu menjamin, daging sapi di Cianjur aman dan halal dikonsumsi serta terbebas dari daging campuran babi atau celeng seperti di Bandung. Sebab, rumah pemotongan untuk stok daging Cianjur berada di lokal bukan dari luar daerah.

"Kecil kemungkinan daging beku Cianjur yang dicampur daging babi. Sebab, selama ini di Cianjur tidak menjual daging impor yang dibekukan. Cianjur mendapat stok daging sapi dari beberapa rumah potong di beberapa tempat di Cianjur," katanya.

Bahkan, kata dia, warga dengan mudah mengenali perbedaan daging sapi dengan babi yang lemaknya lebih banyak dan warna daging yang pucat."Sampai saat ini, kami belum mendapat laporan adanya daging yang dicampur tersebut. Meskipun saat ini tingkat pemakaian mulai meningkat," katanya. (Ant)

Berita Lainnya