sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Densus 88 curiga maksud lain dari konvoi khilafah

Konvoi khilafah dilakukan di beberapa daerah demi maksud tertentu.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Kamis, 02 Jun 2022 11:49 WIB
Densus 88 curiga maksud lain dari konvoi khilafah

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri tengah mencurigai adanya maksud lain di balik aksi konvoi yang digelar kelompok Khilafatul Muslimin. Pasalnya, aksi konvoi itu berlangsung di sejumlah daerah tanah air secara serentak.

Kabagbanops Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, Kombes Aswin Siregar mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan di setiap daerah masing-masih keberadaan kelompok tersebut. pihaknya menjalin dengan anggota kepolisian lainnya, sehingga segala informasi yang dibutuhkan terkait peristiwa itu dapat menjadi modal untuk pengambilan sikap.

“Kita masih menyelidiki motif kegiatan ini meskipun ini hanya terlihat sebagai propaganda, bisa saja ada maksud lain di dalamnya,” kata Aswin kepada Alinea.id, Kamis (2/6).

Sebagai informasi, konvoi kampanye khilafah yang dilakukan sejumlah orang menggunakan sepeda motor, tak hanya terjadi di Cawang, Jakarta Timur, melainkan juga di Kecamatan Parongpong, KBB yang sebelumnya disebut Kota Cimahi, dan kabupaten Karawang. 

Selain itu, ada pula di Purwakarta, kawasan Priangan, Sumedang, Cirebon, Brebes, Tegal, Klaten, Solo hingga di Surabaya dan sekitarnya.

Sebelumnya, Pengamat Terorisme, Arif Budi Setyawan, memandang gerakan konvoi khilafah menjadi peringatan dini di tengah masyarakat akan kehadiran kelompok tersebut. Apalagi, kelompok yang bernama Khilafatul Muslimin ini melakukan aksi tersebut di beberapa kota.

Arif mengatakan, kelompok ini bisa menjadi materi bagi para pemberantas terorisme untuk mengingatkan masyarakat akan rawannya kelompok radikal di tanah air. Kelompok tersebut juga seakan menambah bursa kelompok terorisme di tanah air selain Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Jamaah Islamiyah (JI), Negara Islam Indonesia (NII), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Mujahiddin Indonesia Timur (MIT), dan Islamic State of Iran and Syria (ISIS).

“Ini bisa menjadi early warning (peringatan dini) bagi masyarakat soal keberadaan kelompok ini. Sehingga bisa menjadi amunisi aparat negara dalam menjelaskan adanya kelompok-kelompok yang belum sepakat dengan wujudnya NKRI,” kata Arif kepada Alinea.id, Kamis (2/6).

Sponsored

Mantan anggota kelompok JI ini menuturkan, aksi yang galak dilancarkan kelompok tersebut tidak lain hanya untuk menunjukkan eksistensi. Kendati demikian, hal itu tidak bisa dianggap remeh.

Kelompok ini memang belum melakukan aksi kekerasan, namun beberapa anggota mereka banyak yang menyebrang ke kelompok lainnya seperti JAD. Tidak lain, untuk melampiaskan gerakan khilafah dengan aksi yang lebih keras dan terlibat dalam kasus terorisme.

“Kalo pelakunya dari Khilafatul Muslimin, mereka hanya ingin unjuk eksistensi,” ucap Arif.

Berita Lainnya
×
tekid