sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tiga lokasi penyiksaan oleh polisi saat rusuh 22 Mei

Polri sejauh ini hanya merinci dua korban tewas saja, sedangkan delapan korban lainnya tidak dijelaskan.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 08 Jul 2019 13:16 WIB
Tiga lokasi penyiksaan oleh polisi saat rusuh 22 Mei

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengungkapkan hasil investigasi yang dilakukan pihaknya menemukan bahwa ada tiga lokasi yang dijadikan tempat penyiksaan oleh polisi kepada massa pendemo saat kerusuhan 22 Mei 2019. 

“Dalam investigasi kami di lapangan setidaknya ada tiga lokasi tempat di mana terjadi penyiksaan atau perlakuan buruk yang terjadi terhadap warga sipil,” kata Usman Hamid ketika menyambangi kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta pada Senin (8/7).

Usman menyayangkan sikap polisi yang hanya mengusut satu lokasi kejadian penyiksaan yang dilakukan anggota Brimob terhadap massa dan diberlakukan sanksi pada 10 anggota Brimob yang terlibat. Padahal, masih ada dua lokasi lain yang diduga jadi tempat penyiksaan oleh oknum anggota kepolisian lainnya. 

Usman menjelaskan, pihaknya mendatangi Bareskrim Polri untuk meminta penjelasan lebih rinci terkait hasil investigasi kerusuhan 22 Mei 2019. Usman menerangkan, pertemuannya dengan pihak kepolisian kali ini adalah untuk kali ketiga. Sebelumnya, pihaknya telah dua kali bertemu dengan Polri untuk membahas investigasi kasus tersebut.

“Jadi, hari ini kita akan melakukan pertemuan lanjutan dengan Bareskrim Polri setelah sebelumnya kami menggelar dua kali pertemuan yang bersifat tertutup," ujar Usman. 

Setelah pada Jumat lalu (5/7) hasil investigasi sementara Polri dibeberkan ke publik, kata Usman, beberapa hal di antaranya dianggap belum terlalu rinci. Oleh karena itu, pihaknya meminta penjelasan lebih dalam kepada kepolisian, terutama mengenai kronologis 10 korban tewas saat kerusuhan pecah.

Usman mengatakan, Polri sejauh ini hanya merinci dua korban tewas saja, sedangkan delapan korban lainnya tidak dijelaskan lebih rinci. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan meminta penjelasan mengenai kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi saat kerusuhan karena dianggap tidak sesuai.

"Berkaitan dengan TKP, 10 orang yang tewas, begitu juga dengan kekerasan yang dilakukan oleh anggota kepolisian dan menyangkut pelaku kerusuhan, baik itu pelaku langsung, di mana lokasinya, kapan, dan juga aktor intelektual di balik rusuh tersebut," kata Usman.

Sponsored