Disinggung Prabowo, Go-Jek: Tukang ojek banyak yang nyicil rumah

Pekerjaan sebagai tukang ojek saat ini tak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Disinggung Prabowo, Go-Jek: Tukang ojek banyak yang nyicil rumah
Tukang ojek online mengantarkan makanan pesanan kepada pelanggannya. Foto: go-jek.com

Pihak manajemen Go-Jek akhirnya angkat bicara terkait ramainya perbincangan publik mengenai pernyataan calon presiden dari nomor urut 02, Prabowo Subianto terkait profesi tukang ojek. Menurut perusahaan besutan Nadiem Makarim itu, pekerjaan sebagai tukang ojek kini tak bisa lagi dipandang sebelah mata.

VP Corporate Affair Go-Jek, Michael Say, mengatakan pekerjaan tukang ojek di era digital seperti sekarang ini sesungguhnya sudah berbeda.Tukang ojek terutama yang bermitra dengan Go-Jek, kata Michael,  telah menjelma menjadi wirausaha.

“Jadi, pekerjaan ini bukan seperti yang dulu. Mereka saat ini telah menjadi wirausaha, mitra-mitra kita banyak yang menjadi pengusaha mikro,” kata Micahel di Kantor Go-Jek, Kebayoran Baru, Jakarta, pada Jumat (23/11).

Michael mengungkapkan, saat ini telah banyak mitra dari Go-Jek yang berhasil menunaikan ibadah haji dan umroh ke Mekah. Tak hanya itu, bahkan ada pula tukang ojek yang telah memiliki rumah pribadi dari hasil bekerja menjadi tukang ojek online.

“Siapa yang bayangin hanya dari driver online mereka sudah bisa menabung untuk pergi haji, sekarang sudah ada 400 mitra Gojek sudah bisa menyicil rumah,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Michael, bekerja sebagai tukang ojek online nytanya tak hanya untuk menukupi . kebutuhan pribadi dan keluarganya. Tetapi, pekerjaan menjadi tukang ojek online juga berkontribusi terhadap perekonomian yang cukup besar.

“Mitra Go-Jek ini adalah wirausaha mereka ini adalah pengusaha mikro. Dan kontribusi mereka untuk peningkatan ekonomi Indonesia cukup besar," ujarnya.

Pernyataan Prabowo

Sebelumnya diberitakan Prabowo Subianto mengatakan sumber daya manusia Indonesia kurang dapat bersaing dengan negara lain. Pasalnya, anak muda Indonesia banyak yang menjadi tukang ojek. Dalam hal pendidikan, mereka rata-rata merupakan lulusan SMA. Para tukang ojek itu terpaksa menjadi tukang ojek karena tak mampu kuliah di perguruan tinggi yang biayanya cukup besar.

"Saya ingin mengakhiri presentasi ini dengan realita yang sedih namun juga kejam. Ini adalah meme yang sedang tersebar di internet. Jalur karier seorang anak muda Indonesia. Yang paling kanan adalah topi Sekolah Dasar, topi Sekolah Menengah Pertama dan setelah dia lulus dari Sekolah Menengah Atas, dia menjadi supir ojek, ini adalah realita yang kejam," kata Prabowo saat menghadiri acara Indonesia Economic Forum di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (21/11).

Pernyataan dari Prabowo ini kemudian menjadi perbincangan di media sosial dan bahkan menjadi trending topic di Twitter, Kamis (22/11). Banyak warganet yang mengkritisi dan menuntut Prabowo untuk meminta maaf. Ada pula yang meminta diberikan penjelasan terkait maksud dari pernyataan yang disampaikan Prabowo tersebut.


Kolom

Infografis