logo alinea.id logo alinea.id

Kelompok dosen IPB siapkan bom untuk gagalkan pelantikan Presiden Jokowi

Ketua MPR membantah rencana pengunduran waktu pelantikan disebabkan alasan keamanan.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 09 Okt 2019 14:48 WIB
Kelompok dosen IPB siapkan bom untuk gagalkan pelantikan Presiden Jokowi

Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan kelompok dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith berencana menggagalkan pelantikan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2019. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto mengatakan, salah satu yang akan dilakukan adalah dengan membuat kerusuhan yang membuat kondisi keamanan dan masyarakat terganggu.

"Target utama mereka membatalkan pelantikan presiden," kata Suyudi di kantornya, Jakarta, Rabu (9/10).

Dia menjelaskan, kelompok ini berencana meledakkan sejumlah bom ikan di sepanjang Jalan Grogol hingga Roxy, Jakarta Barat, agar tercipta kerusuhan. Mereka juga berencana menggunakan isu kebakaran hutan dan revisi undang-undang KPK untuk menggosok ketidakpercayaan masyarakat pada Jokowi.

Abdul Basith telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, bersama sembilan orang lain. Mereka adalah S alias L, OS, JAF, AL, NAD, SAM, YF, ALI, dan FEB terkait dugaan kepemilikan bahan peledak.

Abdul Basith diduga menjadi pemasok bom molotov untuk membuat kerusuhan pada aksi Mujahid 212 yang berlangsung di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu, 28 September 2019 lalu.

Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden direncanakan mundur dari waktu semula. Pelantikan yang dijadwalkan pada Minggu, 20 Oktober 2019 pukul 10.00 WIB, diundur menjadi sore hari, pukul 16.00 WIB pada hari yang sama. 

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, kepastian pelaksanaan waktu pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, akan diputuskan dalam rapat musyawarah MPR hari ini. 

Namun politikus Golkar yang kerap disapa Bamsoet ini menampik penjadwalan ulang waktu pelantikan dikarenakan alasan keamanan. "Enggak ada, enggak ada. Alasan keamanan adalah tentu tugas dari pada pihak keamanan," kata Bambang di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/10).

Sponsored

Menurutnya, wacana pemindahan waktu pelantikan dipertimbangkan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Pada Minggu pagi, umat Nasrani melakukan ibadah. Pada jam yang sama, di sepanjang ruas Jalan Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, juga berlangsung kegiatan car free day.

Padahal, sejumlah ruas jalan protokol di sekitar Istana Merdeka rencananya akan ditutup saat pelantikan Jokowi-Ma'ruf. Hal ini disebabkan upacara pelantikan akan dihadiri para pejabat tinggi dari negara lain.

"Jadi diwacana itu antara lain adalah kita ingin mengedepankan toleransi. karena itu hari libur, hari Minggu, maka harus, tidak boleh ada rakyat kita yang terganggu dalam melakukan ibadahnya," ucap Bamsoet. (Ant)

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB