close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi vaksin Covid-19. Alinea.id/Aisya Kurnia
icon caption
Ilustrasi vaksin Covid-19. Alinea.id/Aisya Kurnia
Nasional
Jumat, 03 Februari 2023 20:47

Epidemiolog ungkap pentingnya lengkapi vaksinasi Covid-19

Masyarakat yang sudah vaksin booster Covid-19 terbukti berisiko rendah terkena Covid-19.
swipe

Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono, mengungkapkan pentingnya melengkapi vaksinasi Covid-19. Hal ini termasuk dengan vaksinasi dosis ketiga dan keempat atau booster pertama maupun kedua.

Pandu mengatakan, kadar antibodi tertinggi ditemukan pada masyarakat yang telah melakukan vaksinasi booster. Temuan ini diperoleh dari hasil sero survei ketiga yang dilakukan pada Januari 2023.

"Kita melihat dari data, yang dibooster itu kadarnya (antibodi) paling tinggi. Dan yang dibooster sudah terbukti risikonya paling rendah untuk masuk rumah sakit dan mengalami kematian," kata Pandu dalam konferensi pers Hasil Survei Serologi SARS-CoV-2 Nasional di Jakarta, Jumat (3/2).

Diungkapkan Pandu, dengan melengkapi vaksinasi baik dosis primer maupun booster, masyarakat diibaratkan telah memiliki senjata yang cukup untuk menghalau penyebaran Covid-19. Sebab, Pandu menyebut, penularan Covid-19 tidak dapat dihilangkan.

"Kita harus mendorong supaya tiap orang punya antibodi yang cukup, memiliki senjata yang cukup, karena kita tidak bisa menghilangkan penularan," ujar dia.

Pandu menambahkan, melengkapi dosis vaksinasi menjadi upaya yang saat ini diprioritaskan. Terlebih, kata dia, sempat ada kecemasan di masyarakat ketika vaksinasi booster kedua baru diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan kelompok masyarakat lanjut usia.

Oleh karenanya, Pandu menilai langkah pemerintah untuk membuka opsi vaksinasi booster kedua bagi masyarakat umum di atas usia 18 tahun merupakan hal yang tepat.

"Kalau memang ada keinginan dari masyarakat, tidak ada salahnya pemerintah membuka opsi, kalau tersedia vaksinnya. Tapi, prioritas yang tadi adalah melengkapi vaksinasi, karena sekarang mandatnya adalah menekan kematian sampai serendah-rendahnya," ucap Pandu.

Sementara itu, juru bicara Kemenkes M. Syahril, mengklaim animo masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 booster kedua mengalami kenaikan.

Kendati demikian, Syahril mengaku tingkat antusiasme masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster tidak setinggi saat terjadi lonjakan kasus. Hal ini, kata dia, juga dialami oleh negara-negara lain di dunia.

"(Animo masyarakat) Naik, cuma tidak sekencang dulu, karena memang sama di seluruh dunia gitu ya," tutur Syahril saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Jumat (3/2).

Oleh karenanya, Syahril mengimbau kepada masyarakat untuk melengkapi dosis vaksinasi baik primer maupun booster.

Diketahui, hasil sero survei nasional ketiga yang dilaksanakan pada Januari 2023 menunjukkan 99% masyarakat Indonesia memiliki antibodi terhadap Covid-19. Angka ini mengalami peningkatan dari hasil sero survei pada Juli 2022 lalu, dimana proporsi penduduk yang memiliki kadar imunitas Covid-19 sebesar 98,5%.

Selain peningkatan proporsi masyarakat yang memiliki antibodi terhadap Covid-19, level antibodi masyarakat juga mengalami kenaikan sebesar 1,5 kali.

Hasil sero survei kedua pada Juli 2022 menunjukkan, kadar antibodi masyarakat Indonesia sebesar 2.095 u/ml. Sementara pada sero survei ketiga, kadar antibodi naik ke angka 3.207 u/ml.

Kadar antibodi tertinggi ada pada masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi booster. Selain itu, masyarakat yang dalam setahun ini melengkapi status vaksinasi, kadar antibodinya meningkat hampir tiga kali.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan