sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Gagal panen meluas, stok padi di Banten diklaim aman

Stok padi di Banten dinilai masih aman karena hanya sekitar 2% sawah yang terdampak puso.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Rabu, 31 Jul 2019 10:55 WIB
Gagal panen meluas, stok padi di Banten diklaim aman

Musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan seluas ratusan sawah di Kabupaten Pandeglang, Banten, dinyatakan gagal panen atau puso. Hingga bulan ini tercatat sawah seluas 576 hektare (ha) puso.

Sawah yang mengalami gagal panen terjadi di Kecamatan Cikeusik seluas 154 ha, Kecamatan Angsana seluas 180 ha dan Kecamatan Sukaresmi seluas 242 hektare. Ketiga kecamatan ini merupakan wilayah sawah tadah hujan.

Kepala Dinas Pertanian Banten Agus M Tauchid mengatakan, sawah terdampak kekeringan di Banten pada bulan Juli semakin meluas, dari semula seluas 10.662 hektare menjadi 13.333 ha. Rinciannya, terdampak kekeringan ringan seluas 5.733,5 ha, terdampak sedang seluas 4.119 ha, terdampak berat 2.365 ha dan puso 576 ha.

"Terdampak puso di Banten terjadi di tiga kecamatan Pandeglang seluas 576 hektare," kata Agus M Tauchid saat dikonfirmasi pada Rabu (31/7).

Untuk mengantisipasi dampak puso yang lebih meluas, Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota telah melakukan pencegahan dengan bantuan pemasangan mesin dan selang pompa air dibeberapa titik rawan terjadi puso. "Sudah kami upayakan tapi ini masalah cuaca dan petani menanam di lahan tanam hujan," katanya.

Meski ratusan hektare sawah mengalami gagal panen, menurut Agus, hal ini tidak akan mempengaruhi stok padi di Banten karena hanya sekitar 2% sawah yang terdampak puso dari seluas 410.000 ha angka tanam di provinsi Banten.

"Tapi kami harus mempertimbangkan kerugian petani. Mereka mendapat penggantian bibit kembali. Kalau masuk AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi)  mereka mendapatkan klaim asuransi 1 hektar Rp6 juta. Tapi masalahnya tidak semua petani mendaftar ke AUTP," katanya.

 

Sponsored