sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Tolak RUU bermasalah, mahasiswa Yogyakarta gelar aksi Gejayan Memanggil

Aksi akan dilakukan pada pukul 13.00 di Jalan Gejayan.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 23 Sep 2019 10:15 WIB
Tolak RUU bermasalah, mahasiswa Yogyakarta gelar aksi Gejayan Memanggil
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Para mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta akan melakukan aksi unjuk rasa hari ini. Aksi yang dipelopori Aliansi Rakyat Bergerak, dilakukan sebagai bentuk penolakan atas revisi undang-undang bermasalah yang akan disahkan DPR RI di akhir masa jabatan.

Beragam poster berisi ajakan untuk mengikuti aksi ini telah disebar di berbagai media sosial, dengan tambahan tanda pagar #Gejayan Memanggil. Demi mengikuti aksi ini, seruan untuk meninggalkan kelas juga disampaikan.

Poster aksi Gejayan Memanggil di media sosial. Foto: twitter.com/im_supermoon

"Kosongkan kelas-kelas, turun ke jalan, kita ketemu di Gejayan," demikian bunyi salah satu poster yang beredar di media sosial.

Dalam poster lain yang beredar, aksi ini akan terpusat di Pertigaan Colombo, Gejayan, Yogyakarta pukul 13.00 WIB. Massa aksi dari mahasiswa dan elemen masyarakat akan memulai aksi dengan long dari tiga titik, yaitu gerbang Kampus Sanata Dharma, pertigaan revolusi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, serta Bunderan Universitas Gadjah Mada.

Seruan aksi Gejayan Memanggil di sosial media. Sumber: twitter.com/im_supermoon

"Dalam keadaan genting, aksi massa adalah jalan satu-satunya yang membentuk kesadaran waras rakyat untuk bergerak demi hak, keberpihakan kepada rakyat dan menyatakan mosi tidak percaya kepada DPR dan elite politik," demikian pernyataan resmi Aliansi Rakyat Bergerak dikutip Alinea.id, Senin (23/9).

Selain penolakan atas revisi KUHP dan UU KPK, Aliansi Rakyat Bergerak juga menolak RUU bermasalah lain yang tengah dibahas DPR RI. DPR didesak mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang pembahasannya justru terkatung-katung.

Sponsored
Berita Lainnya