close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Wapres Ma'ruf Amin saat memberikan arahan dalam kegiatan Anugerah Revolusi Mental 2022 di Jakarta, Rabu (21/12/2022). (YouTube/Wakil Presiden Republik Indonesia)
icon caption
Wapres Ma'ruf Amin saat memberikan arahan dalam kegiatan Anugerah Revolusi Mental 2022 di Jakarta, Rabu (21/12/2022). (YouTube/Wakil Presiden Republik Indonesia)
Nasional
Jumat, 23 Desember 2022 11:06

Wapres minta industri wisata optimalkan pelayanan di masa libur Nataru

Ma'ruf juga mengingatkan soal potensi cuaca ekstrem di akhir tahun, khususnya curah hujan yang tinggi.
swipe

Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin, mengimbau pelaku industri wisata untuk bersiap menyambut masa libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru). Hal ini penting mengingat perayaan Nataru banyak dimanfaatkan sebagai momen berlibur, sehingga pelaku industri wisata dapat memberikan pelayanan optimal.

"Tempat-tempat wisata lebih awal menyiapkan diri ya, supaya mereka memberikan informasi tempatnya yang nyaman yang enak," kata Ma'ruf dalam keterangannya di Nusa Dua, Bali, dikutip dari laman Sekretariat Wapres, Jumat (23/12).

Ma'ruf mengatakan, momen libur akhir tahun dapat menjadi pembangkit ekonomi masyarakat khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Disampaikan Ma'ruf, menurut informasi yang diterimanya, usai gelaran KTT G20 di Bali, telah terlihat pergerakan baik terhadap sektor UMKM. Kondisi ini diharapkan akan semakin membaik dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Nah di Bali ini kan saya dengar informasinya cukup (baik) dari sebelum (KTT) G20, nah (setelah KTT) G20 itu naik sampai sekarang masih cukup baik,” ujar Ma'ruf.

Lebih lanjut, Ma'ruf juga mengingatkan terkait potensi cuaca ekstrem di akhir tahun, khususnya curah hujan dengan curah tinggi. Ia menegaskan kepada seluruh jajaran terkait untuk bersama-sama memantau perkembangan curah hujan yang terjadi, serta mempersiapkan mitigasi bencana yang diperlukan.

“Pemerintah terus mengingatkan baik pada lembaga yang di pusat BNPB, maupun di pemerintah daerah terutama daerah-daerah yang biasa dilanda bencana, banjir, longsor, termasuk gempa juga, supaya terus mempersiapkan diri untuk antisipasi,” tuturnya.

Selain itu, Ma'ruf menambahkan, pemerintah juga mengantisipasi potensi bencana serta dampak yang ditimbulkan, misalnya merelokasi daerah yang rawan atau berbahaya. Hal ini dilakukan guna meminimalisir jatuhnya korban dan memastikan tidak terjadi peristiwa berulang. 

“Kita siapkan antisipasi. Dan juga memang kalau daerah yang sangat berbahaya itu sudah harus direlokasi, kalau tidak korbannya akan terulang lagi. (Relokasi) Di daerah yang lebih aman supaya tidak terjadi korban lagi. Pekerjaan bukan didadak tapi dilakukan sistematis, terencana,” ujar Ma'ruf.

img
Gempita Surya
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan