sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Interpol bantu KPK cari Sjamsul Nursalim dan istri

KPK telah melayangkan surat pencarian dengan mekanisme red notice kepada pasangan yang terlibat korupsi BLBI.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 21 Nov 2019 10:40 WIB
Interpol bantu KPK cari Sjamsul Nursalim dan istri
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meminta bantuan kepada kepolisian interpol untuk mencari taipan suami-istri Sjamsul Nursalim (SJN) dan Itjih Nursalim (ITN).

Keduanya merupakan tersangka kasus korupsi, terkait pemenuhan kewajiban pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) selaku obligor BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah menyampaikan, pihaknya telah melayangkan surat pencarian dengan mekanisme red notice terhadap pasangan suami-istri itu kepada National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia. Sebelumnya, KPK juga telah mengajukan nama kedua tersangka itu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) ke Polri.

"KPK telah mengirimkan surat pada SES NCB-Interpol Indonesia perihal bantuan pencarian melalui red notice terhadap tersangka SJN dan ITN," kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah pada Kamis (21/11).

Febri menyampaikan, pelayangan surat red notice itu dilayangkan sejak 6 September 2019. Dalam surat tersebut, kata Febri, pihaknya juga telah menguraikan perkara yang diduga dilakukan oleh bos PT Gajah Tunggal (GJTL).

Di samping itu, KPK juga turut melampirkan permohonan pencarian melalui mekanisme red notice kepada Interpol. Tujuannya, apabila kedua tersangka itu dapat ditemukan, Interpol dapat melakukan penangkapan dan menghubungi KPK.

"Langkah berikutnya, sesuai dengan respons dari pihak NCB Interpol Indonesia. Maka akan mengagendakan pertemuan koordinasi dengan KPK. Sekaligus jika dibutuhkan dilakukan gelar perkara," ungkapnya.

Bagi Febri, pembantuan Polri dan NCB Interpol memiliki peran yang penting guna menangani kasus yang diduga menelan keuangan negara sekitar Rp4,58 triliun ini, dapat berjalan secara maksimal.

Sponsored

Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 10 Juni 2019. Diduga kuat, bos PT GJTL itu telah melakukan perbuatan rasuah dalam proses pemenuhan kewajiban pemegang saham BDNI selaku obligor BLBI kepada BPPN.

Atas perbuatannya, Sjamsul dan Itjih disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Berita Lainnya