sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kabar duka, Prof Azyumardi Azra meninggal dunia di Malaysia

Diberitakan sebelumnya bahwa Azyumardi Azra yang merupakan Ketua Dewan Pers tersebut dikabarkan mengalami gangguan kesehatan.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Minggu, 18 Sep 2022 12:38 WIB
Kabar duka,  Prof Azyumardi Azra meninggal dunia di Malaysia

Indonesia kembali kehilangan salah satu cendikiawan terbaiknya. Siang ini kabar duka menyebar tentang kepergian Prof Azyumardi Azra. Salah satunya dibagikan Duta Besar Indonesia di Malaysia, Hermono.

"Innalillahi wa innalillahi rojiun. Telah meninggal dunia Prof. Dr. Azyumardi Azra. Semoga belian mendapat tempat yang mulia di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tulis Hermono melalui pesan teks yang diterima Alinea, Minggu (18/9).

Kabar ini juga disampaikan Wakil Ketua Dewan Pers M Agung Dharmajaya. 

"Innalillahi wa innalillahi rojiun. Telah meninggal dunia Ketua Dewan Pers dan Guru Besar UIN Jakarta Prof. Dr. Azyumardi Azra di Rumah Sakit Kedah, Selangor Malaysia hari Minggu 18 September 2022 pukul 12.30 waktu setempat. Perihal pemakaman,  rumah Duka dan Informasi lebih lanjut akan disampaikan kemudian," tulisnya melalui pesan Whatsapp.

Sponsored

Diberitakan sebelumnya bahwa Azyumardi Azra yang merupakan Ketua Dewan Pers tersebut dikabarkan mengalami gangguan kesehatan saat hendak mendarat di Bandara Kuala Lumpur di Malaysia, Jumat (16/9). Ia pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Serdang, Malaysia untuk mendapatkan perawatan.

Sebagai informasi, Azyumardi terpilih sebagai anggota Dewan Pers 2022 – 2025 dari unsur tokoh masyarakat. Ia kemudian didapuk menjadi Ketua Dewan Pers pada periode ini. 

Karier pendidikan tingginya ia awali di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta pada tahun 1982. Setelah memperoleh beasiswa Fullbright, Azyumardi meraih gelar Master of Art (MA) pada Departemen Bahasa dan Budaya Timur Tengah, Columbia University pada 1988. Ia juga mendapatkan beasiswa Columbia President Fellowship dari kampus yang sama, tetapi kali ini Azyumardi pindah ke Departemen Sejarah, dan meraih gelar MA keduanya pada 1989.

Berita Lainnya
×
tekid