logo alinea.id logo alinea.id

Kapolri curiga rusuh Papua disengaja jelang sidang PBB

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian membeberkan kericuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat adalah agenda setting-an.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 05 Sep 2019 18:06 WIB
Kapolri curiga rusuh Papua disengaja jelang sidang PBB

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian membeberkan kericuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat adalah agenda setting-an.

Tito mengungkapkan pihak yang merencanakan kericuhan tersebut menyasar momentum sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Oleh karena itu, sebelumnya Tito menyebutkan adanya keterlibatan pihak luar dalam masalah Papua dan Papua Barat.

“Ini ada yang setting agar rusuh dan saya yakin semua teman-teman wartawan di sini tau siapa yang bermain. Mereka ingin agenda ini jadi pembahasan di sidang umum PBB nanti,” kata Tito di Papua melalui keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Kamis (5/9).

Menurut Tito, seluruh pihak yang bermain dalam ricuh Papua telah dipetakan. Ia memastikan proses hukum pada para pihak yang sengaja membuat kericuhan akan diproses.

“Saya ingin semua yang berperan ditangkap dan proses hukum harus tegas,” ujar Tito.

Pada hari ketiga berkantor di Papua, Tito juga menjenguk korban tiga anggotanya yang terkena bacok dan panah saat ricuh. Tito juga memberikan santunan kepada Ipda Iwan, Bripda Dedi dan Bripda Refki. 

Ketiganya sampai saat ini masih menjalani perawatan intensif. Mereka menderita luka bacok di bagian lengan dan terkena anak panah di bagian leher.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut peristiwa kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, dipicu hoaks yang menyebar di media sosial. Menurut Tito, salah satu hoak yang beredar mengabarkan terdapat mahasiswa Papua yang tewas dalam peristiwa pengamanan 43 mahasiswa Papua di asrama mahasiswa di Jalan Kalasan, Surabaya.

Sponsored

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian menjenguk anggotanya yang menjadi korban kerusuhan. / Istimewa

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Jenderal TNI (Purnawirawan) Wiranto mengakui masih ada ajakan dan provokasi untuk melakukan aksi anarkis di Papua dan Papua Barat.

"Masih ada ajakan-ajakan, hasutan-hasutan kepada masyarakat untuk melanjutkan aksi anarkis," katanya, saat konferensi pers terkait situasi Papua dan Papua Barat, di Jakarta.

Wiranto menjelaskan pada 4 September 2019 telah dilaksanakan pertemuan antara forum komunikasi pimpinan daerah, pimpinan TNI, Kepolisian Indonesia, dan elemen masyarakat di Biak Numfor, Papua.

Seluruh pihak bersepakat untuk bersama-sama mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi oleh oknum yang terus ingin melaksanakan aksi anarkis.

"Jadi, kalau saudara-saudara mendengar ada rencana-rencana aksi anarkis tanggal sekian, jilid sekian, itu ajakan," katanya.

Akan tetapi, kata dia, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat berusaha menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan ajakan-ajakan itu.

Sejauh ini, Wiranto menyampaikan kondisi di Papua dan Papua Barat secara umum terus kondusif dengan kembali beraktivitasnya kegiatan di masyarakat.

"Kemarin, sudah saya sampaikan toko-toko, bahkan pasar tradisional sudah mulai buka, kantor-kantor buka, SPBU sudah jalan, Telkom, PLN, dan air sebagian masih pakai pengiriman tangki air," katanya.

Sementara sekolah yang hingga kemarin belum aktif, kata Wiranto, saat ini dilaporkan sekolah sudah kembali dibuka sehingga anak-anak sudah bisa kembali belajar.

Akses internet di Papua dan Papua Barat juga sudah pulih seperti semula per Kamis (5/9) ini, setelah pembatasan internet setelah kerusuhan dicabut oleh pemerintah. (Ant)