close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang berjalan usai mencari barang milik kerabatnya di Posko Evakuasi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (31/10)/Antara Foto
icon caption
Keluarga korban pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang berjalan usai mencari barang milik kerabatnya di Posko Evakuasi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (31/10)/Antara Foto
Nasional
Kamis, 01 November 2018 00:36

Keluarga pilot pesawat Lion Air berikan data antemortem

Keluarga pilot Lion Air datangi Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk berikan data antemortem.
swipe

Keluarga pilot Lion Air datangi Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk berikan data antemortem.

Sekitar pukul 16.30 keluarga pilot maskapai Lion Air JT-610, Bhavye Soneja mendatangi RS Bhayangkara R Said Sukanto, Polri Kramatjati

Ayah bersama dua orang yang juga warga negara India segera mendatangi ruang antemortem Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri saat tiba di RS Polri Kramatjati.

Kedatangan keluarga pilot tersebut juga didampingi oleh salah seorang dari pihak Lion Air. Sayangnya, tidak ada keterangan apapun yang keluar dari pihak keluarga maupun yang mendampinginya.

“Benar, itu orang tuanya yang pakai baju biru,” ujar staf Lion Air yang mendampingi, Willy di RS Polri, Rabu (31/10).

Willy pun enggan memberikan penjelasan terkait kedatangan keluarga pilot Bhavye. Menurutnya, kendala bahasa menjadi salah satu alasan keluarga korban enggan untuk dimintai keterangan.

“Dia tidak bisa bahasa Inggris, hanya (bahasa) India,” tutur Willy.

Bhavye Suneja adalah Kapten Pilot pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin, (29/10). 

img
Ayu mumpuni
Reporter
img
Sukirno
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan