sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kemenhub atur ulang rambu-rambu di rest area

Saat sistem one way diberlakukan, rest area di jalur A arah Jawa maupun jalur B arah Jakarta akan digunakan.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 04 Jun 2019 15:28 WIB
Kemenhub atur ulang rambu-rambu di rest area

Menjelang penerapan kebijakan satu arah (one way) saat arus balik mudik di jalan Tol Trans Jawa yang akan dimulai pada Jumat (7/6), Kementerian Perhubungan akan menyesuaikan rambu-rambu terutama rambu masuk rest area.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan saat sistem one way diberlakukan, rest area baik yang ada di jalur A arah Jawa maupun jalur B arah Jakarta akan digunakan. Oleh karenanya, rambu-rambu perlu disesuaikan.
 
"Rest area di jalur A pasti akan ada perubahan untuk masuk dan keluarnya, untuk itu, sebelum Jumat petunjuk arahnya sudah harus siap semua," kata Dirjen Budi di Kemenhub, Jakarta, Selasa (4/6).

Hal itu, lanjutnya, akan menjadi tanggung jawab pengelola rest area atau pihak operator, yakni Jasa Marga.

Selain itu, sebagai bentuk antisipasi kepadatan rest area, Budi mengatakan Kemenhub meminta pengelola atau operator untuk menambah jumlah mobile toilet.

"Sesuai pantauan kami, mobile toilet di masing-masing rest area itu kurang. Kalaupun ada, ternyata antreannya sangat panjang, terutama untuk wanita," jelasnya.

Untuk mengatasi antrean yang bisa mengekor 30 hingga 50 orang, pengelola rest area akan memasang tenda kanopi bagi wanita yang mengantre.

"Sama seperti rambu-rambu itu, penambahan mobile toilet dan pemasangan kanopi juga kami harapkan sudah terpasang sebelum Jumat," kata dia.

Selanjutnya, untuk mengantisipasi mobil mogok di jalan tol, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) diminta untuk menambah mobil patroli Layanan Jalan Tol. Budi mengatakan akan ada penambahan penempatan mobil derek serta bengkel di sejumlah rest area.

Sponsored

"Ini berkaca dari pengalaman mudik 2018, di mana masyarakat mengeluh dan merasa bahwa kita kurang menangani persoalan mobil mogok," ungkap Budi.

Selain itu, juga akan ada penambahan mobile reader dari 28 unit menjadi 38 unit, serta penambahan mesin electronic data capture (EDC) dari dua menjadi 12 di Gerbang Tol Palimanan.

Imbauan berangkat subuh

Dari mudik pada 2018, perilaku masyarakat di rest area dinilai selalu menjadi persoalan. Persoalan yang dihadapi kali ini, jelasnya, adalah banyaknya pengemudi yang memaksakan beristirahat di bahu jalan jika rest area sudah penuh.

"Rata-rata masyarakat beristirahat pada malam hari. Tapi kalau rest area penuh, biasanya dipaksakan parkir dan beristirahat di bahu jalan sekitar rest area, itu tidak baik," tuturnya.

Dengan diberlakukannya one way, Budi meminta masyarakat yang pulang mudik untuk mengatur waktu kepulangan agar dilakukan di pagi hari. Kemenhub mengimbau masyarakat untuk melakukan perjalanan setelah salat subuh, sehingga sampai Jakarta pada siang atau sore hari.

"Dengan begitu, sekali jalan langsung sampai. Kalau pulangnya itu sudah siang atau sore, kemungkinan akan memakan waktu hingga malam dan menyebabkan kendaraan menumpuk di rest area saat malam hari. Jika mereka beristirahat di bahu jalan sekitar rest area, tentu itu tidak akan memperlancar lalu lintas arus balik mudik," kata dia.