sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenkes target 5 juta orang berhenti merokok

Rokok tidak hanya menjadi masalah pada orang dewasa, namun juga di kalangan anak dan remaja.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Rabu, 02 Jun 2021 08:59 WIB
Kemenkes target 5 juta orang berhenti merokok

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung gerakan berhenti merokok dengan target 5 juta orang perokok pada tahun ini.

“Pemerintah berupaya untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki akses untuk berhenti merokok melalui layanan konseling berhenti merokok melalui telephone Quit Line Berhenti Merokok,” ujar Wamenkes pada momentum peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Selasa (1/6/2021).

Kemenkes, lanjut Dante, optimistis dengan semakin berkurangnya jumlah perokok di Indonesia akan berdampak baik. Bukan saja di sektor kesehatan namun juga ekonomi, di antaranya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, menghemat pembiayaan negara dibidang kesehatan dan bisa menyelamatkan masa depan generasi bangsa.

“Komitmen berhenti merokok merupakan perubahan perilaku individu yang membawa dampak negatif bagi orang disekitarnya, oleh karenanya dukungan sosial, dukungan teman, keluarga, tenaga kesehatan, diperlukan bagi para perokok untuk berkomitmen berhenti merokok,” lanjutnya.

Sponsored

Untuk itu, Kemenkes melakukan terobosan baru, di antaranya via program layanan berhenti merokok melalui sambungan telepon bebas biaya di Quit Line Berhenti Merokok 0-800-177-6565.

Mengutip laman resmi Kemenkes, rokok tidak hanya menjadi masalah pada orang dewasa, namun juga semakin marak pada kalangan anak dan remaja. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya prevalensi merokok pada populasi usia 10 hingga 18 Tahun yakni sebesar 1,9% dari tahun 2013 (7,2%) ke tahun 2018 (9,1%).

Menurut Kemenkes, sebenarnya tak sedikit perokok yang ingin menghentikan kebiasaan merokok, terlebih bagi mereka yang telah mengalami gangguan kesehatan. Namun, mereka tidak tahu cara berhenti merokok dan kurang mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan.

Berita Lainnya