sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KLHK: Indeks kualitas lingkungan hidup Jakarta paling buruk

Berdasarkan hasil pemantauan LKHK, lingkungan terburuk di Jakarta berada di Kelurahan Karang Anyar, Sawah Besar.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 24 Feb 2021 15:27 WIB
KLHK: Indeks kualitas lingkungan hidup Jakarta paling buruk
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) di DKI Jakarta pada tahun lalu disebut terburuk senasional dibandingkan provinsi-provinsi lainnya. Ini berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2020.

Secara umum, terang Dirjen Pengendalian Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan KLHK, MR Karliansyah, IKLH nasional pada 2020 mencapai 70,27. Skor itu diklaim melampaui target rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) sebesar 68,71.

"Kalau dilihat di situ tampilan, kita bersyukur hampir seluruh wilayah Indonesia didominasi oleh kondisi yang sangat baik, baik, dan sedang. Buruk tidak ada, tetapi ada di situ sedikit yang sangat buruk, ya, di Jakarta, di (Kelurahan) Karang Anyar," ucapnya dalam telekonferensi, Rabu (24/2).

Menurutnya, nilai IKLH di atas RPJMN menunjukkan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan hidup baik dan bersih bisa dipenuhi. "Meskipun kalau kita lihat angkanya masih berada pada 70,27."

Karliansyah melanjutkan, formula penghitungan IKLH 2020 mengalami perubahan. Kali  ini merujuk arahan 27 pakar, yang tidak diperincinya.

Pembobotan rumus IKLH 2020 diubah. Terdapat penambahan indeks baru dan secara keseluruh meliputi indeks kualitas air laut (IKAL), indeks kualitas ekosistem gambut (IKEG), indeks kualitas air (IKA), dan indeks kualitas udara (IKU).

Kendati demikian, bagi dia, IKA dan IKU berperan penting dalam menggambarkan kondisi sesungguhnya. Berdasarkan pemantauan KLHK pada 2015-2020, IKA secara nasional sebesar 53,53, berada di bawah target RPJMN senilai 55,1.

Sementara itu, nilai IKU sebesar 87,21 dari target RPJMN sebesar 84,20. Terjadi peningkatan sebesar 0,65 pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian indeks ini di 34 provinsi diklaim memenuhi target yang ditetapkan.

Sponsored

“Bisa dilihat, lagi-lagi di Indonesia didominasi oleh kualitas udara yang sangat baik. Kemudian, baik, dan yang sedang pun tidak ada," jelas Karliansyah.

Namun, dalam data presentasi yang memuat informasi 3 tahun terakhir, Jakarta selalu masuk kategori sedang. Detailnya, 34,6 pada 2018, 37,7 pada 2019, dan 28,6 pada 2020.

Berita Lainnya