close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Foto: dpr.go.id/Devi/Man
icon caption
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Foto: dpr.go.id/Devi/Man
Nasional
Senin, 20 Februari 2023 15:53

Komisi X DPR minta Zainudin Amali ambil sikap tegas soal posisinya

Selama ini, statuta FIFA selalu menyampaikan tidak boleh ada persinggungan langsung antara pihak federasi dan pemerintah.
swipe

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, meminta Zainudin Amali untuk mengambil sikap tegas terkait rangkap jabatan sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Wakil Ketua Umum PSSI. Ini disampaikannya merespons isu rangkap jabatan Zainudin dan pertemuan politikus Partai Golkar itu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini (20/2).

"Perlu terus kita pantau minggu-minggu ini sikapnya seperti apa dan responsnya seperti apa," ujar Huda kepada wartawan, Senin (20/2). 

Menurut Huda, isu rangkap jabatan sudah dibahas lama, mengingat saat ini ada delapan menteri di kabinet yang rangkap jabatan. Untuk posisi Zainudin termasuk Menteri BUMN Erick Thohir yang merangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI, kata dia, ada tiga pihak lainnya yang harusnya bersikap.

Pertama, Presiden Jokowi. Menurutnya, kepala negara perlu melihat apakah rangkap jabatan efektif untuk kebutuhan kabinet dan pembenahan sepak bola Indonesia.

Kedua, FIFA. Selama ini, statuta FIFA selalu menyampaikan tidak boleh ada persinggungan langsung antara pihak federasi dan pemerintah.

"Nah, pada konteks ini kita masih nunggu. Saya juga masih menunggu pihak FIFA seperti apa melihat terkait dengan keberadaan dua menteri yang masuk di kepengurusan PSSI," katanya.

Kemudian, lanjut Huda, pandangan masyarakat, para pecinta bola, stakeholder bola. Menurutnya, sikap mereka perlu didengar bahwa ada semacam persinggungan etis menyangkut soal rangkap jabatan ini. 

"Nah tiga pihak ini yang menurut saya perlu terus kita pantau minggu-minggu ini sikapnya seperti apa," ujarnya.

Kendati demikian, Wakil Ketua Umum PKB ini meyakini Zainudin Amali tidak keberatan apabila meninggal jabatan Menpora dan memilih sebagai Waketum PSSI. Apalagi, kata dia, secara implisit Istana sudah memberi sinyal untuk merestui politikus Golkar itu mundur dari jabatannya sebagai Menpora.

"Secara implisit menurut saya, Istana, saya kir mengabulkan atau memberikan jalan kepada Pak Menpora (Zainudin) untuk melepas jabatannya sebagai Menpora dan fokus sebagai Waketum PSSI," jelasnya.

Sebelumnya, juru bicara Partai Golkar Tantowi Yahya mengatakan, Zainudin Amali siap mundur dari jabatan Menpora demi fokus di PSSI. Hal ini disampaikan Tantowi meluruskan pernyataan Zainudin yang mengaku ingin fokus mengurus sepak bola Indonesia.

Di sisi lain, kata dia, publik menilai Zainudin termasuk Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir rangkap jabatan.

"Dalam kondisi seperti itu, Pak Amali membuat statement bahwa dia siap mundur dari posisi menteri karena lebih memilih jabatan sebagai wakil ketua umum yang menurut dia perlu perhatian dan perlu konsentrasi," kata Tantowi kepada wartawan, Senin (20/2).

Kendati demikian, menurut Tantowi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebenarnya tidak melarang menteri untuk rangkap jabatan. Apalagi, kata Tantowi, usai terpilih sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI, Jokowi menyatakan bahwa Erick Thohir dan Zainudin tak perlu mundur dari jabatan sebagai Menteri BUMN dan Menpora.

"Nah, Pak Zainudin salah seorang yang dipilih oleh Pak Presiden untuk menjadi menteri. Artinya, untuk dunia pemuda dan olahraga, beliau adalah representasi dari presiden, kan begitu," katanya.

img
Marselinus Gual
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan