close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menko PMK, Muhadjir Effendy, mengajak masyarakat agar turut berperan melakukan mitigasi bencana bahkan dengan mengutip QS Al-Baqarah. Dokumentasi Kemenko PMK
icon caption
Menko PMK, Muhadjir Effendy, mengajak masyarakat agar turut berperan melakukan mitigasi bencana bahkan dengan mengutip QS Al-Baqarah. Dokumentasi Kemenko PMK
Nasional
Rabu, 17 Mei 2023 23:56

Kutip Al-Baqarah, Muhadjir ajak masyarakat mitigasi bencana

"Manusia perlu belajar dari peringatan malaikat karena banyak sekali kerusakan di muka bumi ini akibat tangan manusia."
swipe

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengajak masyarakat turut berperan dalam mencegah terjadinya bencana alam. Sebab, mayoritas bencana yang terjadi dinilai akibat ulah manusia.

Dia lantas membaca Surat Al-Baqarah ayat 30. Isinya, manusia ditugaskan Allah Swt untuk menjadi khalifah yang dapat merawat dan menjaga keutuhan muka bumi.

"Kalau kita belajar di dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah yang saya baca tadi, yang tidak kalah penting itu sebetulnya ulah tangan manusia yang membuat bencana itu terjadi. Bahkan, sekarang ini, menurut saya, 70% bencana di dunia ini adalah oleh ulah tangan manusia," katanya dalam puncak acara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2023 di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), pada Selasa (16/5). 

Dalam ayat Al-Qur'an tersebut, terangnya, terdapat dialog antara Allah dengan malaikat yang protes karena manusia diyakini hanya akan merusak bumi. Karenanya, dia mengajak masyarakat belajar atas peringatan malaikat itu mengingat banyak kerusakan oleh manusia akibat pembangunan tanpa memperhitungkan risiko dengan saksama.

"Manusia perlu belajar dari peringatan malaikat karena banyak sekali kerusakan di muka bumi ini akibat tangan manusia, akibat ulah manusia sering berkedok pembangunan, tetapi justru kerusakannya yang harus dibayar jangka panjang," tuturnya mengingatkan.

Secara khusus, Muhadjir berpesan kepada para pejabat dan pimpinan daerah yang memiliki wilayah dengan risiko tinggi bencana agar berhati-hati ketika hendak mengambil keputusan. Diminta pembangunan yang dilakukan tak merusak ekosistem alam.

Eks Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini pun meminta pejabat dan pimpinan daerah melakukan kajian dengan matang. "Tidak hanya berangkat dengan akal, tetapi juga nurani."

"Kalau sudah kita kembali kepada nurani, itu artinya kita bicara tentang kemanusiaan. Kalau kita sudah bicara kemanusiaan, maka kita sudah tidak boleh melihat sekat-sekat agama, partai, etnis, atau kemarin dia milih saya atau tidak. Kalau masih ada pejabat berpikiran begitu, maka itu bagian yang dikhawatirkan oleh malaikat di dalam Al-Qur'an tadi. Pasti ujung-ujungnya akan buat kerusakan," tuturnya.

Lebih jauh, Muhadjir meminta kesiapsiagaan bencana dilakukan secara spesifik berdasarkan wilayah dan potensi. Harapannya, edukasi yang diberikan lebih tertanam di masyarakat.

Pun demikian dengan memasukkan kurikulum kebencanaan ke dalam sekolah-sekolah yang perlu langsung menjelaskan kondisi dan potensi bencana yang dapat terjadi di area sekitar tempat tinggal siswa.

"Kalau bicara tentang bantaran Sungai Bengawan Solo, maka itu pasti soal banjir. Jadi, penyadarannya, edukasinya, konsentrasinya tidak usah panjang-panjang menceritakan tentang gunung meletus dan lain-lain, tetapi banjir saja," sarannya dalam keterangannya.

Muhadjir berharap upaya kesiapsiagaan bencana sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi): semua infrastruktur penunjang dapat diutamakan. Oleh sebab itu, upaya memberikan bantuan terhadap wilayah tinggi risiko bencana dilakukan jauh-jauh hari guna meminimalisasi kerugian, baik korban manusia maupun material.

"Saya yakin melalui hari siap-siaga nasional ini akan tumbuh kesadaran bahwa kita adalah rakyat Indonesia yang harus menjaga NKRI, bukan hanya keutuhannya, tetapi juga semakin terhindari dari bencana yang merusak. Bencana boleh, tetapi jangan sampai terjadi kerusakan sangat fatal yang menyebabkan Indonesia tidak maju-maju," katanya.

Sementara itu, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan, acara puncak HKB digelar di tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) dan Jatim dengan melibatkan 2.950 warga. Terdapat rangkaian agenda pada kegiatan ini, seperti sarasehan, simulasi evakuasi, peluncuran video edukasi, penanaman pohon, dan hiburan rakyat.

"Tahun ini, kita laksanakan untuk wilayah area Sungai. Pada tahun 2022, kita laksanakan untuk masyarakat gunung. Harapannya, ketika dicanangkan hari kesiapsiagaan untuk masyarakat sungai, khususnya untuk masyarakat di area Bengawan Solo, dampak bencana banjir yang kemungkinan terjadi bisa diminimalisir sebagaimana dulu di area gunung," urainya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota Komisi VIII DPR, Ina Ammania; Sekda Jatim, Adhy Karyono; Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi; perwakilan kementerian/lembaga terkait, Kepala BPBD 34 provinsi, perwakilan, delegasi lembaga usaha, serta bupati di sekitar daerah aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.

img
Fatah Hidayat Sidiq
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan