close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Cristalino David Ozora (kanan), menderita diffuse axonal injury (DAI) akibat dianiaya anak eselon III Ditjen Pajak Kemenkeu, Mario Dandy Satrio. Twitter/@hateisworthless
icon caption
Cristalino David Ozora (kanan), menderita diffuse axonal injury (DAI) akibat dianiaya anak eselon III Ditjen Pajak Kemenkeu, Mario Dandy Satrio. Twitter/@hateisworthless
Nasional
Selasa, 07 Maret 2023 14:12

Lebih sering membuka mata, David mencoba keluarkan emosinya

Meski David sudah sering membuka mata, namun kesadarannya belum fokus.
swipe

Korban penganiayaan Mario Dandy Satrio, David Ozora, masih belum dalam kesadaran penuh. Meskipun dalam video yang dibagikan ayahnya, David sudah sering membuka mata.

Kuasa hukum David Ozora, Mellisa Anggraini mengatakan, tindakan bronkoskopi kedua baru saja dilakukan terhadap David. Tindakan sebelumnya telah dilakukan pekan lalu.

"Kesadaran belum penuh dan belum ada fokus. Semoga ke depan selalu membaik," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (7/3).

Mellisa menyebut, hasil tindakan bronkoskopi hari ini menunjukan dahak sudah sedikit, paru-paru bersih, dan tidak ada bakteri. Namun, David masih terlihat meluapkan emosinya meski relatif jarang. 

"Dahak sudah jauh lebih sedikit, paru-paru bersih, tidak ditemukan bakteri. Kondisi sudah semakin baik, hari ini aktif dan ada penurunan emosi," ujarnya.

Terhadap David, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan terhadap David Ozora sebagai korban penganiayaan berat yang disangka dilakukan Mario Dandy Satrio, anak pejabat Pajak Kementerian Keuangan, Rafael Alun Trisambodo.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, perlindungan terhadap David diputuskan dalam Sidang Mahkamah Pimpinan LPSK (SMPL) pada Senin (6/3). Jenis perlindungan yang diberikan kepada D, yaitu pemenuhan hak prosedural, bantuan medis dan rehabilitasi psikologis. 

“Hanya untuk rehabilitasi psikologis baru akan diberikan menunggu kondisi Ananda D membaik,” kata Hasto dalam keterangan, Senin (6/3).

Permohonan perlindungan D diterima karena dinilai telah memenuhi syarat perlindungan, baik formil maupun materiil. Selain itu, kasus penganiayaan berat yang diderita korban juga termasuk dalam tindak pidana prioritas LPSK.

Selain David, saat ini LPSK juga telah melakukan penelaahan permohonan perlindungan dari tiga orang saksi. Dari ketiga orang itu, termasuk AG, teman perempuan tersangka Mario Dandy, yang sudah ditetapkan pihak kepolisian sebagai anak yang berkonflik dengan hukum.

Hasto menyebutkan, untuk pemberian layanan rehabilitasi psikologis diperlukan asesmen. Sehingga mau tidak mau harus menunggu kondisi D sadar dari komanya.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan