sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mayapada Group beri santunan Rp100 miliar gempa Sulteng

Pemilik Mayapada Group, Dato Sri Tahir melalui Tahir Foundation memberikan santunan korban gempa dan tsunami Sulteng Rp100 miliar

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Senin, 15 Okt 2018 18:42 WIB
Mayapada Group beri santunan Rp100 miliar gempa Sulteng

Pemilik Mayapada Group, Dato Sri Tahir melalui Tahir Foundation memberikan santunan korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) sejumlah Rp100 miliar. Uang Rp100 miliar tersebut didonasikan Mayapada untuk beberapa wilayah Sulteng yang terkena imbas gempa dan tsunami, antara lain Palu, Sigi dan Donggala.

"Tahir Foundation (sudah) komit kita ambil insiatif Rp100 miliar untuk bencana," ujar Dato Sri Tahir di kompleks Bank Indonesia, Senin (15/10).

Tak hanya donasi Rp100 miliar, Tahir juga akan berkoordinasi dengan beberapa koleganya sesama pengusaha untuk meringankan beban pengungsi di Sulteng dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Donasi tersebut, ditargetkan mencapai Rp2 miliar

"Untuk Palu, Lombok, apapun. Nanti bisa jadi satu full fund untuk mendukung pemerintah. Kita anytime siap. Target Rp2 miliar," jelas Tahir.

Mayapada menjadi salah satu perusahaan yang ikut serta dalam meringankan beban pengungsi gempa di Sulteng dan NTB. Hal ini karena spekulasi perhitungan kerugian Sulawesi Tengah oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencapai Rp10 triliun. 

Kerugian dan kerusakan di Sulteng diprediksi lebih besar dari gempa di Lombok yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, bantuan asing dalam bentuk finansial bagi korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala yang diterima pemerintah dari 18 negara sahabat mencapai Rp220 miliar. Namun sebagian bantuan tersebut masih dalam bentuk pledge atau komitmen.

Ke-18 negara diantaranya, Amerika Serikat, Prancis, Ceko, Swiss, Norwegia, Hongaria, Turki, Uni Eropa, Australia, Korsel, Arab Saudi, Qatar, termasuk tawaran bantuan organisasi internasional, PBB dan UNDP.

Sponsored

BNPB juga mencatat hingga Selasa (9/10), korban meninggal akibat bencana gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala mencapai 2010 orang. Jumlah pengungsi 82.775 orang, tersebar di 112 titik pengungsian.

Berita Lainnya