sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menaker protes keras atas eksekusi pancung TKI di Arab

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri memprotes keras eksekusi hukuman pancung yang menimpa TKI Tuti Tursilawati di Arab Saudi.

Sukirno
Sukirno Kamis, 01 Nov 2018 06:14 WIB
Menaker protes keras atas eksekusi pancung TKI di Arab
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri memprotes keras eksekusi hukuman pancung yang menimpa TKI Tuti Tursilawati di Arab Saudi.

Meski merupakan kewenangan otoritas hukum di Arab Saudi, namun Menaker menyayangkan eksekusi hukuman mati itu tanpa notifikasi kepada pemerintah Indonesia.

"Kita protes keras eksekusi hukuman mati tanpa ada notifikasi kepada pemerintah Indonesia, " kata Menaker Hanif Dhakiri melalui keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Rabu (31/10).

Tuti Tursilawati, dijatuhi eksekusi hukuman mati oleh pemerintah Arab Saudi pada Senin (29/10) lalu,  setelah didakwa melakukan pelanggaran paling berat, hadd ghillah (tidak bisa dimaafkan oleh siapapun). 

Sebelum memberikan arahan, Menaker mengajak seluruh peserta konsolidasi untuk turut mendoakan Tuti, pekerja migran asal Majalengka, Jawa Barat, tersebut. 

"Mari berdoa sejenak dan izinkan saya memimpin membaca surat Alfatihah untuk yang beragama Islam dan bagi yang beragama lain silakan berdoa menurut keyakinan masing-masing. Untuk saudara kita Mba Tuti yang tanggal 29 Oktober kemarin dieksekusi mati. Kita semua merasa kehilangan, " kata Hanif.

Hanif mengatakan, dengan doa bersama, berharap almarhum Tuti diberikan ketenangan dan kedamaian di sisi Allah serta diberikan ketabahan dan kesabaran bagi keluarganya.

Menurut Hanif, pemerintah telah melakukan langkah-langkah pembelaan untuk membebaskan Tuti dari hukuman mati. Baik pendampingan hukum, langkah diplomatik maupun non-diplomatik, semuanya dilakukan secara maksimal. 

Sponsored

"Kita sudah melakukan berbagai upaya menyelamatkan Tuti dan pekerja migran lainnya yang terancam hukuman mati. Kita berharap peristiwa seperti ini tak terulang di masa mendatang, " katanya.

Berita Lainnya