sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Menhan perintahkan TNI waspadai provokator di Pilpres 2019

Kehadiran provokator dapat merusak suasana tertib dan kondusif di masyarakat.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Kamis, 05 Jul 2018 10:30 WIB
Menhan perintahkan TNI waspadai provokator di Pilpres 2019

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menginstruksikan agar Tentara Nasional Indonesia (TNI) mencermati situasi menjelang, selama, dan setelah pelaksanaan Pilpres 2019. Ia juga memerintahkan TNI untuk mewaspadai munculnya para provokator dalam hajatan politik lima tahunan tersebut. 

"Tak terasa waktu semakin dekat di ujung pelaksanaan Pemilu Presiden 2019. Kita perlu cermati situasi dengan seksama," katanya dikutip Antara saat memberikan pengarahan kepada prajurit TNI wilayah Medan, Kamis (5/7).

Menurut mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu, kehadiran provokator dapat merusak ketertiban dan situasi kondusif. Padahal, kata dia, masyarakat Indonesia sebenarnya dapat patuh dan tertib. Karenanya kemungkinan munculnya provokator harus dideteksi sedini mungkin agar tak merusak suasana. 

"Kita perlu mengawasi berbagai perkembangan situasi dengan seksama agar dapat kita antisipasi segala kemungkinannya, sehingga tidak berdampak pada stabilitas keamanan nasional," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ryamizard juga menegaskan TNI harus netral dan tidak terlibat politik praktis. Menurutnya, loyalitas kepada bangsa dan negara merupakan hal penting sehingga tak perlu berpolitik. 

"Tetaplah pada jati diri TNI, sebagai tentara pejuang, tentara rakyat. Itu kan jelas tentara untuk semua rakyat Indonesia. Kalau TNI terkotak-kotak ada TNI Golkar, tentara PDIP, yaa TNI hanya untuk Golkar atau PDIP. Jadi tidak usah berpolitik. Tetap seperti ini sudah yang terbaik. Tidak usah berpolitik," kata Ryamizard menjelaskan.

Di hadapan sekitar 1.124 prajurit, Menhan juga menyampaikan terima kasih karena telah mengamankan penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 pada 27 Juni lalu.

"Saya menyampaikan terima kasih karena sudah turut mengamankan Pilkada, sehingga tidak ada ribut-ribut besar yang berarti. Ini berarti masyarakat kita juga bisa tertib, sopan, saling menghormati," katanya.

Sponsored
Berita Lainnya