sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menhub inginkan langkah lebih komprehensif atasi kemacetan Puncak

Menhub inginkan kemacetan di Puncak bisa diatasi, alamnya tetap lestari.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Selasa, 29 Des 2020 23:05 WIB
Menhub inginkan langkah lebih komprehensif atasi kemacetan Puncak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai kompleksitas persoalan kemacetan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, tidak bisa hanya diselesaikan hanya dari sisi transportasi saja.

“Puncak itu ibarat fenomena gunung es, dan persoalan transportasi hanyalah puncak gunung es dari masalah yang terlihat di kawasan ini,” kata Menhub, dalam Webinar bertema “Puncak, Mengapa Diminati Meski Macet Menanti”, Selasa (29/12).

Berbagai upaya, jelas Menhub, sebenarnya telah dilakukan. Namun, sifatnya jangka pendek, seperti buka tutup jalan dan kebijakan satu arah. Bahkan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek dan berbagai pemangku kepentingan khususnya polisi dan pemda setempat, juga berupaya melakukan rekayasa lalu lintas di Puncak. Salah satunya melalui kanalisasi sistem 2-1.

"Tetapi itu semua jangka pendek. Kami ingin ada langkah yang lebih komprehensif, di satu sisi bisa berikan layanan tetapi di satu sisi bisa berikan solusi,” harapnya.

Untuk upaya jangka panjang dalam mengatasi kemacetan di Puncak, perlu dilakukan upaya seperti memberikan subsidi untuk pelayanan angkutan jalan melalui skema Buy The Service (BTS).

Melalui skema BTS tersebut, diharapkan para pemilik angkutan kota (angkot) untuk bisa bergabung bersama dalam suatu wadah, seperti koperasi agar dapat memiliki kendaraan yang lebih besar seperti bus untuk melayani angkutan di kawasan Puncak.

“Bus di sana kita berikan subsidi. Dengan membangun angkutan massal yang memiliki kapasitas yang besar diharapkan dapat mengurangi jumlah kendaraan, baik angkot maupun penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini memadati kawasan puncak,” paparnya.

Selain itu, pemilik hotel disarankan Menhub Budi agar memiliki atau memanfaatkan angkutan bus agar pengunjung tidak menggunakan kendaraan pribadi.

Sponsored

Menhub berharap, permasalah kemacetan di Puncak bisa diatasi sehingga puncak bisa menjadi kawasan yang tidak hanya ramah bagi pengunjung dan masyarakat, tetapi bisa dikendalikan secara holistik dengan tetap menjaga kelestarian alamnya.

Berita Lainnya