sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Akses internet di Papua terganggu, Menkominfo siapkan jaringan alternatif

Gangguan SKKL akan memengaruhi kualitas layanan telekomunikasi dan berdampak terhadap kualitas internet di Papua. 

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 11 Mei 2022 08:13 WIB
Akses internet di Papua terganggu, Menkominfo siapkan jaringan alternatif

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyatakan, pihaknya bersama PT Telkom Indonesia telah menyiapkan jaringan alternatif untuk mitigasi gangguan jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) rute Jakarta-Surabaya dan Merauke-Timika atau jaringan kabel serat optik di Indonesia. 

Menurut Johnny, gangguan SKKL akan memengaruhi kualitas layanan telekomunikasi dan berdampak terhadap kualitas layanan akses internet di wilayah Papua. 

"Pertama gangguan terhadap SKKL Jakarta-Surabaya. Kedua, jaringan fiber optic Sulawesi, Maluku, Merauke sampai ke Timika. Gangguan ini sedang dilakukan mitigasi apa penyebabnya," kata Johnny dalam keterangan pers, Selasa (10/5) malam.

Untuk jaringan SKKL Jakarta-Surabaya, Johnny menyatakan, PT Telkom Indonesia telah melakukan perbaikan jaringan. Menurutnya, saat terjadi gangguan SKKL Merauke-Timika, kapasitas kebutuhan traffic diperkirakan sebesar 42 GB. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo dan PT Telkom Indonesia  telah menyiapkan jaringan alternatif sebagai langkah mitigasi.

"Recovery dilakukan dengan memanfaatkan back up link sebesar 3,25 GB. Dari Palapa Ring sebesar 1,25 GB dan satelit sebesar 2 GB," kata dia.

Di sisi lain, sambung dia, selama pemulihan jaringan SKKL rute Merauke-Timika, Kemenkominfo dan Telkom Indonesia memprioritaskan layanan telekomunikasi voice dan internet. Oleh karena itu, Johnny mengimbau masyarakat yang berada di wilayah Papua memanfatkan jaringan telekomunkasi untuk kepentingan prioritas terlebih dahulu.

"Kominfo dan PT Telkom akan menyiapkan ini untuk kebutuhan-kebutuhan yang spesifik, sehingga layanan telekomunikasi tetap berlangsung dengan baik walaupun tidak sebesar seperti yang disediakan melalui jaringan tulang punggung," ujarnya.

Johnny menegaskan, agar pemenuhan layanan telekomunikasi prioritas tidak ditafsirkan sepihak dengan landasan yang tidak tepat. 

Sponsored

"Ini adalah bagian dari keterbukaan dan dengan tujuan agar jangan sampai informasi berkembang tidak beraturan atau tidak dengan dasar yang benar," ucap dia.

Berita Lainnya