sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mitigasi bencana masih jadi tantangan Indonesia

Antusiasme publik baru meningkat kala bencana telah terjadi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 26 Jan 2020 18:41 WIB
Mitigasi bencana masih jadi tantangan Indonesia

General Manager Pengurangan Risiko Bencana Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Awaluddin, menilai masyarakat takakrab dengan mitigasi. Padahal, Indonesia rentan terhadap bencana alam.

"Upaya mitigasi bencana jadi tantangan bagi kita semua. Karena edukasi masih rendah. Berbeda dengan Jepang. Anak TK sebulan sekali ada latihan simulasi bencana. Perlu masuk kurikulum," katanya dalam Festival Jakarta Humanity Festival (Jakhumfest) 2020 di Jakarta, Minggu (26/1).

Dirinya menambahkan, terdapat kendala tersendiri kala edukasi mitigasi bencana. Khususnya kepada kaum papa. Lantaran cenderung memprioritaskan aktivitas ekonomi.

Karenanya, peran aktif masyarakat mengikuti sosialisasi mitigasi minim. Antusiasme baru melonjak kala bencana telah terjadi.

Menurut dia, upaya pengurangan risiko bencana takbisa dilakukan sendiri. Pemerintah mesti menggalakkan sinergitas. Baik dengan publik maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"Dompet Dhuafa sudah menjadi mitra Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kami harapkan sedikit banyak yang kami lakukan bisa mengurangi beban pemerintah menanggulangi bencana," tuturnya.

Awaluddin melanjutkan, upaya mitigasi sederhana bisa dilakukan di rumah. Seperti menyiapkan tas siaga bencana. Memuat dokumen penting, makanan tahan lama, senter, dan pakaian.

"Di rumah wajib punya tas siaga bencana. Banyak yang ketika bencana (terjadi), kehilangan ijazah, surat rumah, buku nikah. Tas siaga ini masih jarang disiapkan di rumah-rumah," ucapnya.

Sponsored
Berita Lainnya