sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Nestapa korban banjir di Semanan Jakarta

Mereka masih tinggal di pengungsian karena banjir urung surut. Pun terpaksa memakai air kumuh.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 07 Jan 2020 17:35 WIB
Nestapa korban banjir di Semanan Jakarta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Sisa banjir 1 Januari 2020 masih menggenangi Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, hingga kini (Selasa, 7/1). Satu-satunya titik tersisa. Ketinggian air sekitar 10-40 sentimeter.

Permukiman penduduk di Semanan tergolong padat. Meski terdapat hamparan lahan kosong di sisi kanan dan kiri. Biasanya dimanfaatkan sebagai kebun.

Tanah itu kini menjadi kubangan. Bak danau-danau kecil yang mengelilingi permukiman. Warga memanfaatkannya untuk mencuci perabotan. Lantaran sukar mendapatkan air bersih.

Seperti Eti. Dia membersihkan peralatan memasaknya menggunakan air kumuh yang tergenang di depan rumahnya.

"Dulu pernah pernah banjir parah juga. Tapi, di sini, memang banjir terus setiap tahun," ucapnya saat berbincang dengan Alinea.id, beberapa saat lalu. Kejadian terdahsyat sebelumnya dirasakan 12 tahun silam.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta pada Selasa, pukul 07.00, sebanyak 137 kepala keluarga atau 546 jiwa masih mengungsi di Semanan. Mereka tersebar di lima posko pengungsian.

Pangkal Banjir

Tinggi banjir di Semanan pada 2020 mencapai tiga meter. Banyak rumah terendam parah karena lokasinya berada di wilayah cekungan.

Sponsored

"Lokasi di sini semacam mangkuk. Jadi, kalau masuk air, susah untuk dikeluarkan lagi. Dan kalau untuk surutnya, biasa sampai satu minggu," ujar Ketua RT 10 RW 01 Semanan, Gunawan.

Banjir turut dipengaruhi air luapan Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Kanal Banjir Barat. Juga rob.

Dia mengungkapkan, genangan lambat surut akibat drainase tertutup. Aliran air dalam gorong-gorong besar tersendat setelah Rumah Susun Pesakih berdiri.

Keberadaan dua pompa pun takada guna. Lantaran aliran listrik di Semanan kerap putus.

"Untungnya ada petugas pemadam kebakaran. Jadi, kalau tidak disedot, air tidak kering," katanya.

 

Berita Lainnya