logo alinea.id logo alinea.id

PBNU: Tak cuma Polri, Banser juga kecolongan dalam pembakaran bendera

“Tapi kita sayangkan menghakimi sendiri, yang paling tepat adalah Banser merampas saja."

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 25 Okt 2018 22:53 WIB
PBNU: Tak cuma Polri, Banser juga kecolongan dalam pembakaran bendera

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan tak cuma Polri yang kecolongan dalam insiden pembakaran bendera, pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Garut pada Senin (22/10) lalu. Ketua PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) juga kecolongan dalam peristiwa ini. 

"Yang kecolongan bukan hanya polisi, tapi Banser juga kan kecolongan," kata Said Aqil Siradj di gedung PBNU, Kamis (25/10).

Pernyataan ini merevisi pernyataan Aqil sebelumnya, yang menyebut Polri kecolongan dalam aksi pembakaran bendera tersebut.

Ia juga menyayangkan adanya perbuatan menghakimi sendiri dalam kejadian di Alun-Alun Limbangan, Garut itu. “Tapi kita sayangkan menghakimi sendiri, yang paling tepat adalah Banser merampas saja, diberikan ke polisi,” ujarnya.

Selain itu, Said Aqil juga berterima kasih atas pemulangan tiga orang anggota Banser oleh pihak kepolisian. Ketiga orang Banser tersebut telah menjalani pemeriksaan sejak Senin (22/10) lalu, sebagai saksi dalam peristiwa pembakaran bendera itu.

“Kami berterima kasih kepada Polres Garut yang telah melepas Banser yang ditangkap kemarin,” ujarnya. 

Ia menuturkan, insiden pembakaran bendera tersebut menunjukkan belum adanya kedewasaan dalam berbangsa dan bernegara. Kejadian itu pun dianggap sebagai pelajaran yang mahal, dan patut diambil hikmahnya.

Sementara itu, Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, tiga anggota Banser sempat meminta untuk diamankan pada aparat kepolisian. Mereka pun menginap di Polres Garut sambil menjalani proses pemeriksaan.

Sponsored

“Mereka sudah buat pernyataan, untuk keamanan mereka, itu juga sudah diamankan,” ucapnya.