sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Sayap organisasi FPI unjuk rasa minta Rizieq Shihab dipulangkan

Demonstran sebut perlakuan negara yang telah mengasingkan Rizieq Shihab tak ubahnya dengan perlakuan penjajah.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Jumat, 29 Nov 2019 15:56 WIB
Sayap organisasi FPI unjuk rasa minta Rizieq Shihab dipulangkan

Front Mahasiswa Islam (FMI), sayap organisasi dari Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa di depan kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/11) siang. Mereka menuntut pemerintah memulangkan pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab.

Berdasarkan pantauan Alinea.id, massa yang mengaku tergabung dari beberapa universitas itu tiba sekitar pukul 14.10 WIB. Mereka datang menumpang dua bus dan satu mobil komando. Puluhan massa tampak menggunakan almamater kampus dan kopiah. 

Tak lupa, mereka juga membawa bendera merah putih dan bendera FPI. Serta sepanduk bertuliskan ‘Mahasiswa Bersama Rakyat Selamatkan Habieb Rizieq Shihab’.

“Kami sayangkan pernyataan Pak Mahfud yang menyatakan tidak ada pencekalan. Kami menuntut pemerintah untuk meminta maaf karena telah menghalang-halangi kepulangan dan tidak melindungi ulama yang dicintai banyak umat,” kata salah seorang orator dari atas mobil komando di depan Kemenko Polhukam, Jakarta, (29/11) .

Menurut sang orator, pihaknya sangat kecewa lantaran pemerintah lebih memilih untuk membela penista agama dibandingkan ulama. Dalam hal ini berkaitan dengan dipercayakannya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina.

Lebih lanjut, dia menuturkan, perlakuan negara yang telah mengasingkan Rizieq Shihab tak ubahnya dengan perlakuan penjajah yang mengasingkan beberapa tokoh bangsa pada masa kemerdekaan. Karena alasan itu, mereka berjanji tidak akan tinggal diam dan menunut Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Mahfud MD untuk segera bertindak cepat.

”Ulama diasingkan. Sedangkan penista agama diberikan jabatan. Penista agama, pelaku kriminal mereka kasih karpet merah jadi komisaris BUMN. Sedangkan guru kita yang mulia, pejuang agama diasingkan di Arab Saudi. Saudara, ini pertanda bahwa negara sedang tidak baik-baik saja,” ujar orator.

Selain menuntut kepulangan Rizieq, massa juga meminta kepada Presiden Jokowi agar memberhentikan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. Agus dinilai tidak becus menjalankan perannya sebagai duta besar. Ia kerap bermain opini yang menciptakan ketidakpercayaan publik.

Sponsored
Berita Lainnya