sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah minta pengusaha bantu masyarakat terdampak Covid-19

Jika memungkinkan mengalokasikan anggaran tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 27 Jul 2021 07:56 WIB
 Pemerintah minta pengusaha bantu masyarakat terdampak Covid-19

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengajak dunia usaha membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Kendati mereka juga turut tertekan akibat pandemi.

Misalnya, kata dia, jika memungkinkan mengalokasikan anggaran tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

"Pada kesempatan yang baik ini tolong lah kepada teman-teman dunia usaha atau yang mampu, sekarang lah kita semangat gotong royong membantu masyarakat yang terdampak," ucapnya saat melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Tangerang, Senin (26/7). 

Beberapa pemerintah daerah (pemda) telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). 

Misalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mampu memanfaatkan sumber pendanaan di luar APBD berupa penggunaan CSR dari berbagai perusahaan. Apalagi, aturan pertanggungjawaban penggunaan dana Baznas maupun CSR dinilai tidak seketat menggunakan sumber pendanaan dari APBD. 

"Sistem pertanggungjawabannya tidak seketat seperti APBD, ini juga bisa digunakan untuk membantu masyarakat," tutur Tito.

Sebelumnya, Pakar semiotika Institut Teknologi Bandung (ITB), Yasraf Amir Piliang, menilai, gembar-gembor gotong royong tersebut yang diserukan untuk menutupi kegagalan negara dalam penanganan pandemi Covid-19. "Sehingga dicarilah sasaran untuk mencari 'kambing hitam' untuk berlindung di balik itu. Ya, masyarakat, kan?" ucapnya saat dihubungi alinea.id, Rabu (7/7).

"Saya rasa, tanpa diperintahkan gotong royong, orang sudah dari dulu gotong royong dalam menangani Covid-19,"

Sponsored

Ia menganggap, pemerintah memanipulasi makna gotong royong dan memanfaatkan istilah gotong royong ini untuk mengeruk dana dari masyarakat.

Berita Lainnya