sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pengamat: Angela Tanoesoedibjo jadi wamen karena bapaknya

Peran keluarga yang berlatar politisi dan pengusaha, menurut Emrus, cukup menguntungkan bagi perempuan 32 tahun itu.

Fandy Hutari
Fandy Hutari Jumat, 25 Okt 2019 14:09 WIB
Pengamat: Angela Tanoesoedibjo jadi wamen karena bapaknya

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing berpendapat, status Angela Herliani Tanoesoedibjo sebagai anak Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menjadi salah satu faktor utama penunjukannya menjadi wakil menteri (wamen) Kabinet Indonesia Maju.

Perindo merupakan salah satu partai politik pendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019.

“Memang dukungan di saat kampanye, saya kira bisa berelasi terhadap adanya jabatan politis di kementerian atau wamen itu. Saya kira itu tidak bisa kita nafikan begitu saja,” kata Emrus, Jumat (25/10).

Angela ditunjuk sebagai Wamen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mendampingi Wishnutama.

Sponsored

Namun, Direktur Eksekutif Lembaga Emrus Corner itu meminta kepada masyarakat untuk tidak serta merta menilai negatif penunjukan Angela sebagai salah satu wamen.

Menurut dia, sosok muda seperti Angela perlu diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya dalam membantu mengelola sebuah kementerian.

Peran keluarga yang berlatar politisi dan pengusaha, menurut Emrus, cukup menguntungkan bagi perempuan 32 tahun itu. Angela diyakini telah memiliki kemampuan dalam hal manajerial maupun kepemimpinan.

Emrus mengingatkan kembali momen saat Susi Pudjiastuti pertama kali diperkenalkan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan pada periode pertama pemerintahan Jokowi.

Saat itu, kata dia, banyak orang yang meragukan kemampuan Susi, lantaran latar belakang pendidikannya yang hanya lulusan sekolah menengah pertama.

"Tapi ternyata Ibu Susi produktif dan berhasil. Maksud saya, walaupun misalnya ada yang mempertanyakan hal tersebut, saya kira itu hak publik, dan sekaligus energi yang memotivasi teman-teman yang menjadi menteri di usia muda, seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Emrus. (Ant).