sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polri belum periksa tersangka pembobolan Bank BNI

Maria Lumowa diberikan haknya untuk istirahat.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 09 Jul 2020 19:48 WIB
Polri belum periksa tersangka pembobolan Bank BNI
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Penyidik Bareskrim Polri belum memeriksa tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa, setelah tiba di Tanah Air. Pelaku diberikan waktu untuk beristirahat. Juga memeriksa kesehatannya sesuai protokol.

"Sampai saat ini yang bersangkutan istirahat, diberikan haknya. Sudah diperiksa rapid test juga dan hasilnya negatif. Sekarang lagi nunggu hasil swab," tutur Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Argo Yuwono, di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (9/7).

Penyidik menjemput Maria Lumowa sejak 4 Juli 2020. Penangkapan terjadi usai dikirimnya red notice. Juga kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Dirinya melanjutkan, kesuksesan mengekstradisi pembobol Bank BNI dengan modus kredit fiktif itu tak lepas dari peran Indonesia saat terjadi perang di sana pada 1990-an.

"Salah satu faktor keberhasilannya karena dulu pernah terjadi perang di sana dan saat sudah dalam kondisi aman, anggota Polri di bawah PBB tetap berada membantu Serbia," ucap Argo.

Kasus pembobolan kas Bank BNI bermula saat Maria mengajukan pinjaman untuk PT Gramarindo Group pada 2002. Namun, dicurigai lantaran kredit itu melibatkan beberapa bank di luar rekanan.

BNI kemudian melakukan investigasi pada 2003. Hasilnya, perusahaan tersebut tidak pernah melakukan ekspor. Maria kemudian dilaporkan ke Mabes Polri dan ditetapkan sebagai tersangka.

Maria sempat melarikan diri ke Singapura sejak September 2003. Lalu dikabarkan ke Belanda dan menjadi warga "Negeri Kincir Angin".

Sponsored
Berita Lainnya