sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Polri-BIN diminta perkuat kegiatan intelijen

Aparat kepolisian dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Kamis, 01 Apr 2021 07:28 WIB
Polri-BIN diminta perkuat kegiatan intelijen
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS), dan berbagai aparat keamanan lainnya harus memperkuat kegiatan intelijen.

"Sehingga bisa mendeteksi dini kemungkinan terjadinya pergerakan teroris. Begitupun dengan BNPT hingga TNI yang harus memaksimalkan perannya. Keberadaan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, menjadikan tidak ada alasan lagi bagi aparat hukum untuk mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan cukup dalam penanggulangan terorisme seperti terjadi di tahun-tahun sebelumnya," ujar Bamsoet dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (31/3).

Politikus Golkar ini juga mengimbau aparat kepolisian dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga objek vital masyarakat. Sebab, belakangan ini sudah terjadi dua peristiwa teroris yang mencengangkan, bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri, Jakarta.

"Masyarakat harus tetap tenang dan waspada. Bangsa Indonesia sudah membuktikan selama ini bisa hidup rukun dan damai antar pemeluk agama. Yang kita lawan bukanlah sesama pemeluk agama, melainkan teroris sebagai orang yang tidak memiliki agama, yang tidak pantas hidup di bumi Indonesia," bebernya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menghubungkan pakaian khas agama yang digunakan penyerang Mabes Polri dengan agama tertentu. Sehingga, tidak perlu ada stigma bahwa teroris berasal atau membawa salah satu agama. 

"Walaupun penyerangan di Mabes Polri dilakukan oleh orang yang menggunakan pakaian khas muslim, bukan berarti penyerang mencerminkan kondisi penduduk muslim seutuhnya. Siapapun dengan motif apapun bisa berada dibaliknya. Muslim Indonesia adalah muslim yang rahmatan lil alamin," pungkasnya.

Sebelumnya, terjadinya baku tembak di Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu (31/3) antara aparat dengan pelaku perempuan berinisial ZA (25). Keterangan Polri menyebut ZA mulanya masuk sekitar pukul 16.30 WIB melalui pintu pejalan kaki di bagian belakang Mabes Polri. Pelaku kemudian menuju pos penjagaan bagian pintu utama markas "Korps Bhayangkara".

Kemudian, pelaku kembali ke pos jaga dan langsung menyerang anggota yang ada. ZA mengeluarkan enam kali tembakan kepada anggota di pos penjagaan. "Dua kali kepada anggota di dalam pos, dua kali kepada anggota di luar, dan menembak lagi kepada anggota yang di belakang," tutur Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sponsored

Anggota polisi yang berjaga pun akhirnya mengeluarkan tembakan mengarah ZA, yang menyebabkan pelaku meninggal di lokasi kejadian. Jasadnya kini tengah diidentifikasi.

Ditambahkan Sigit, pihaknya telah memerintahkan Densus 88 Antiteror Polri untuk mengusut tuntas jaringan teroris ZA. Dia memastikan penindakan kepada pihak-pihak yang terlibat membantu aksi tersebut.

Berita Lainnya