sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden: Indonesia harus bisa buat vaksin Covid-19

Sejauh ini, sejumlah alat kesehatan yang diperlukan untuk penanganan pasien terinfeksi virus Corona sudah dihasilkan di dalam negeri.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Rabu, 20 Mei 2020 14:42 WIB
Presiden: Indonesia harus bisa buat vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28818
Dirawat 18205
Meninggal 1721
Sembuh 8892

Presiden Joko Widodo berharap Indonesia mampu membuat vaksin Covid-19 sesuai genom virus yang ada di dalam negeri. Sejauh ini, sejumlah alat kesehatan yang diperlukan untuk penanganan pasien terinfeksi virus Corona sudah dihasilkan di dalam negeri.

"Kita harus mampu menghasilkan vaksin sendiri. Lembaga Eijkman sudah mendapatkan tujuh urutan genom. Genom lengkap virus yang berguna untuk pengembangan vaksin," ujar Presiden saat peresmian peluncuran produk riset, teknologi, dan inovasi untuk percepatan penanganan Covid-19 melalui konferensi virtual di Jakarta, Rabu (20/5).

Dia berharap, temuan Lembaga Eijkman dapat ditindaklanjuti oleh para peneliti tanah air agar ditemukan obat dan terapi yang efektif untuk mengobati virus Corona. Presiden pun mengapresiasi kerja keras para peneliti tanah air saat ini, yang telah menghasilkan produk inovatif untuk penanganan pandemi Covid-19.

Ada sebanyak 55 produk yang diluncurkan dalam acara yang diikuti Jokowi. Presiden turut memperkenalkan sembilan produk yang dihasilkan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, yang sudah siap diproduksi secara massal.

Produk pertama adalah alat uji polymerase chain reaction (PCR) untuk mendiagnosa keberadaan virus Corona di tubuh manusia. Produk kedua juga untuk mendeteksi Covid-19, yaitu alat rapid test.

“Dari rapid test yang waktu saya tanya bisa produksi berapa? sudah kira-kira 100.000 unit. Kalau diproduksi, sudah bisa langsung jalan. PCR test kit juga sama, sudah uji dan sudah bisa berproduksi juga sama, di atas 100.000,” ujar Jokowi.

Kemudian, produk ketiga adalah ventilator atau alat bantu pernafasan darurat yang dikembangkan Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT) bersama sejumlah perguruan tinggi dan pelaku industri.

"Emergency ventilator yang ini, kemarin yang saya lihat ada karya dari BPPT, ITB, UI, UGM dari PT Dharma, dari PT Poly Jaya yang sudah mulai membuat ventilator. Ini tinggal produksinya,” kata Presiden.

Sponsored

Produk keempat adalah Imunomodulator dan kelima adalah produk artificial intelligence/AI untuk mendeteksi COVID-19.

Produk-produk lainnya adalah Plasma Konvalenasi, Laboratorium Mobile dengan tingkat keamanan Bio-Safety Level-2, Robot berbasis sinar Ultraviolet (Autonomous UVC Mobile Robot/AUMR), dan respirator untuk pemurnian (Purifying Respirator).

Jokowi berharap, kerja sama dan kolaborasi yang terjadi saat ini dapat terus diperkuat baik antara lembaga penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, serta masyarakat. Di sisi lain, dunia industri juga harus berani berinvestasi, dan masyarakat harus mencintai produk dalam negeri.

Dengan berbagai produk inovasi penanganan Covid-19 ini, Presiden berharap impor alat kesehatan dapat dikurangi. Oleh karena itu, Presiden meminta proses riset dan inovasi dilakukan secara berkelanjutan.

“Harus terus berlanjut, harus terus diproduksi massal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan bisa diekspor ke mancanegara,” ujarnya.

"Kita harus bangga produk Indonesia. Kita harus terus membenahi ekosistem yang kondusif. Ekosistem bagi bertumbuhnya, berkembangnya inovasi, eksositem industrialisasi, dan juga mentalitas bangga terhadap produk dalam negeri," kata Presiden menjelaskan. (Ant)

Berita Lainnya